Bandarlampung (Netizenku.com): Bersama ratusan masa pendukung yang terdiri dari ormas hingga ulama dan tokoh agama, pasangan bakal calon walikota, Firmansyah-Bustomi menyambangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung, Sukarame, Minggu (23/2) sekitar pukul 08.00 Wib.
Dengan gagah, Firmansyah-Bustomi hadir diiringi dengan mobil Jeep, tarian tradisional hingga tiga ekor kuda. Tampak Firmansyah mengenakan gamis muslim lengkap dengan kopiah, berjalan kaki bersama ratusan masa.
Dalam pantauan, Firmansyah terlihat cukup tenang, pasalnya walikota dan wakilnya—sapaan para pendukungnya—itu datang dengan mengantongi 55.555 suara yang tersebar pada 20 kecamatan di Kota Bandarlampung, sebagai wujud memenuhi syarat maju dalam pemilihan walikota jalur independen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir bersama kuda sendiri menurutnya sebagai simbol kesiapan perang menghadapi lawan pada kontestasi pemilu mendatang.
\”Sesuai ayat-ayat, filosofi kuda, perang. Jadi kami akan menusuk jantung pertahanan lawan yang memercikan api,\” terang Firmansyah.
\”Tapi kita namanya berkompetensi dengan damai lah, kita dari kalangan akademisi jargonnya ya Bandarlampung berjamaah, pokoknya asyik-asyik aja,\” imbuhnya.
Uniknya, Firmansyah sempat mengungkapkan kenapa tidak menunggangi kuda ketika arak-arakan berlangsung. Takut terjatuh kemudian viral, katanya.
\”Kudanya nggak kondusif, nggak diperbolehkan, saya juga takut jatuh, viral pula sebelum jadi walikota,\” candanya pada wartawan.
Firmansyah juga mengungkapkan sejumlah filosofi dengan angka lima pada suara yang disetorkan ke KPU, mulai dari mencatut nilai agamis, bangsa, hingga keluarga.
\”5 itu angka bagus, rukun Islam 5, Pancasila ada 5, banyak sekali dan terakhir saya anak ke 5. Dan felling saya ada 5 kandidat, tapi InshaAllah hanya ada dua (dirinya yang optimis bakal menjadi walikota),\” jelasnya.
Ia juga sempat mengungkapkan tidak menyangka atas pencapaian suara yang berhasil dikumpulkannya.
\”Nggak nyangka, ngumpulin 55 ribu tanpa duit itu sungguh luar bisa. Awalnya sepuluh hari sebelum pengambilan akun Silon (aplikasi KPU untuk mengunggah dukungan) itu baru 20 ribu suara. Ini masih ada dua sampai tiga ribu suara lagi, untuk simpanan,\” bebernya.
Dirinya optimis dapat menduduki kursi nomor satu di Kota bertajuk Tapis Berseri ini. \”Kalau independen datanya ril, kemungkinan menang. Tapi kalau kalah saya Alhamdulillah, kalau menang terus istiqfar. Positif thinking, kalau kalah artinya saya masih diberi sayang Allah, tetapi kalau menang artinya saya sedang dapat cobaan,\” pungkasnya. (Adi)








