Bandarlampung (Netizenku.com): Masih banyak warga Kota Bandarlampung yang belum memiliki septic tank dan melakukan buang air besar sembarangan (BABS). Hal tersebut di ungkapkan oleh Sanitarian Puskesmas Kedaton.
Sanitarian Puskesmas Kedaton, Selvi Permatasari, mengatakan bahwa kelurahan kedaton dan penengahan di kecamatan kedaton, warganya masih melakukan BABS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Warga kedua kelurahan tersebut sebenarnya memiliki toilet, akan tetapi pembuangan tinja di alirkan ke sungai di samping mall boemi kedaton dan sungai dekat malam pahlawan,” ujarnya saat diwawancarai awak media, Minggu (20/11).
Ia mengungkapkan, pihaknya telah melakukan edukasi rutin melalui pembinaan sanitasi total berbasis masyarakat akan tetapi warga masih melakukan BABS dengan beragam alasan.
“Alasannya komplek banget, dari tidak memiliki biaya, tidak ada lahannya, dan mereka merasa tidak penting karena kebanyakan warganya masih banyak yang hanya menyewa di tempat tersebut. Mereka merasa sudah terbiasa seperti ini, dari tahun dulu, keluarga mereka sudah membuang kotoran mereka ke kali,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa sejak ia bekerja di Puskesmas Kedaton sampai saat ini progres masih belum ia rasakan di kecamatan tersebut.
“Sejak Tahun 2015 sampai saat ini, hanya bertambah satu warga yang tidak melakukan pembuangan BABS,” kata dia.
Ia menambahkan, pihaknya telah menyarankan kelurahan setempat untuk mengusulkan proposal pembangunan ipal komunal ke Dinas PU, akan tetapi terkendala tidak memiliki lahan hibah dalam pembangunannya.
“Syarat untuk mengajukan ipal komunal itu harus memiliki tanah yang dihibahkan. Kami juga didukung dengan lurah-lurah yang baru, karena ada beberapa kelurahan yang memberikan punismen kepada keluarga yang belum memilki septic tank, maka tidak dapat mengurus keperluan di kelurahan,” tambahnya. (Luki)








