oleh

TMMD Menjawab Kerinduan Warga BNS Miliki Sarana Pembangunan

Liwa (Netizenku.com): Kerinduan masyarakat Bandar Agung Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) Lampung Barat sarana jembatan, jalan dan gorong-gorong, terjawab melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 106 2019.

Disampaikan warga Pemangku Gunung Sari Pekon Banding Agung BNS Sutrisno, bahwa sarana dan prasarana yang dibangun dalam program TMMD, memang sudah dirindukan masyarakat puluhan Tahun.

\”Alhamdulillah dan terima kasih kepada pak Dandim dan jajaran yang sudah menjadikan wilayah kami sebagai sasaran TMMD 106, karena semua fasilitas umum yang dibangun dengan sistem gotong royong tersebut sudah puluhan tahun kami rindukan,\” kata Sutrisno, Rabu (9/10).

Baca Juga  Adri Nurcahyo Sempatkan Bercengkrama dengan Masyarakat BNS

Sebagai bentuk ungkapan terima kasih, kata Sutrisno, masyarakat setempat ikut serta bergotong-royong dengan sukarela. Apalagi para prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD semua semangat dalam bekerja, termasuk mendedikasikan ilmu mereka terhadap warga.

\”Ungkapan terima kasih warga diwujudkan dengan ikut bekerja secara ikhlas, apalagi yang diberikan kepada kami tidak hanya sebatas bangunan fisik, tetapi para pak tentara mengajarkan cara membaca Alquran anak-anak, memberikan bantuan sembako, mengadakan donor darah dan pengobatan gratis, dan penyuluhan,\” jelas sumber ini.

Baca Juga  Parosil Siap Hadirkan Jokowi di Festival Kopi

Medan yang sulit beratkan kerja satgas
Kerja keras satgas TMMD, baik TNI, Polri dan masyarakat dalam mengerjakan bangunan fisik, tidak hanya sebatas pengerjaan saja, tetapi kondisi jalan yang berlumpur, menjadi kendala utama, karena sering mobil yang digunakan untuk mengangkut material terjebak.

Dan SSK TMMD 106, Kapt. Inf. Waniran, mengatakan tenaga Satgas tidak hanya terkuras dalam melakukan pembangunan, tetapi setiap saat harus mengevakuasi kendaraan pengangkut material yang terjebak lumpur.

Baca Juga  PDIP Lambar Ikrarkan Menang Pileg dan Pilpres

\”Karena kendaraan yang mengangkut material harus menempuh jalan berlumpur, maka sering sekali kendaraan harus di evakuasi dengan mendorong dan diangkat, untuk dapat melanjutkan perjalanan, tetapi seluruh anggota Satgas tetap semangat dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab,\” jelas Waniran. (Iwan)

Komentar