oleh

Suttan Jaya Kesuma IV Apresiasi Pembangunan Lamban Pancasila

Liwa (Netizenku.com): Dibangunnya lamban budaya oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, di eks lahan GSG di lingkungan Pemkab Lampung Barat, mendapatkan apresiasi dari pucuk pimpinan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Bekhak Kepaksian Pernong.

Selayar Akbar Puspanegara gelar Suttan Jaya Kesuma IV, Suttan Sekala Bekhak ke-XX Paksi Bejalan di Way Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, mengatakan dengan adanya lamban budaya yang telah diberi nama Gedung Pancasila merupakan bentuk kecintaan bupati kepada masyarakat adat.

“Alhamdulillah, Lampung Barat sudah ada lamban budaya dan akan diresmikan hari ini, sebagai pimpinan adat tertinggi Kepaksian Bejalan di Way Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak, menyampaikan ucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya,” kata dia, Kamis (24/11).

Baca Juga  Kapolres: Proses Pemilu di Lampung Barat Kondusif

Dengan adanya Lamban Pancasila tersebut, kata Suttan Kesuma IV, diharapkan akan menjaga tatanan adat dan keharmonisan yang di Bumi Sekala Bekhak yang terdiri dari berbagai suku dan etnis, sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Pancasila menyatukan rakyat Indonesia dari berbagai suku, etnis dan budaya, sama juga adat yang menyatukan masyarakat, maka dengan berdiri megahnya Lamban Budaya yang diberi nama Lamban Pancasila ini, akan semakin menjaga tatanan adat dan keharmonisan,” harapnya.

Baca Juga  Tulang Bawang Belajar soal Kota Terbersih di Lampung Barat

Lamban Budaya atau Lamban Pancasila itu nanti kata Suttan Jaya Kesuma IV, akan menjadi pusat pertunjukan seni dan budaya masyarakat Lampung Barat dari berbagai suku dan etnis, jadi bisa saling dukung, saling isi dan kolaborasi, sehingga selain menjaga kelestarian juga akan menjadi destinasi wisata.

“Kita manfaatkan Lamban Budaya atau Lamban Pancasila untuk pertunjukan seni dari berbagai budaya dan etnis, tentunya yang bernilai positif, sesuai dengan kearifan lokal serta nilai-nilai Pancasila, yang dapat dinikmati oleh wisatawan,” jelasnya.

Tidak kalah pentingnya, kata dia lamban budaya tersebut sebagai pusat informasi, tentang keunikan dan kekhasan nilai adat istiadat budaya masyarakat Lampung Barat, dan tidak menutup kemungkinan ke depan banyak orang dari luar akan belajar di sini.

Baca Juga  Kejari Liwa Tahan 2 Tersangka Tipikor

“Kita harus bangga Lampung Barat dikenal sebagai daerah yang guyub dan harmonis, tidak pernah terjadi konflik sosial, tentu itu karena kita masih menjaga adat istiadat dan budaya, jadi Lamban Pancasila itu nanti sebagai pusat informasi adat istiadat yang masih terjaga dengan baik, karena budaya Lampung Barat itu memiliki keunikan yang harus kita pertahankan,” jelasnya. (Iwan/Leni)