Bandarlampung (Netizenku.com): Pedagang telur di pasar tradisional bandarlampung keluhkan stok pasokan telur sulit dicari. Hal tersebut menyebabkan harga telur di pasar tradisional bandarlampung mengalami kenaikan harga.
Pedagang Telur di Pasar Pasir Gintung, Mahmud, mengatakan kenaikan harga terhadap telur disebabkan oleh pasokan stok telur yang tidak ada lantaran stok telur dialihkan ke Jakarta untuk memenuhi bantuan dari pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penurunan penjualan telur sampai 50 persen, ini gara-gara pak Jokowi berikan bantuan PKH. Semoga stok telur melimpah sehingga harga telur dapat stabil,” ujarnya saat diwawancarai di Pasar Pasir Gintung, Kamis (15/12).
Lebih lanjut, ia menerangkan kenaikan harga diperkirakan sedari 1 bulan yang lalu.
“Harganya naik turun, saat ini saya menjual telur seharga Rp 28.000 sebelumnya Rp 20.000,” lanjutnya.
Serupa, Pedagang Telur Pasar Tugu, turut mengeluhkan kesulitan dalam mencari stok telur yang membuat harga jual telur naik sehingga berimbas pada penjualan telur.
“Karenakan ini PKH keluar, telur di Lampung pada dibawa ke Jakarta, sehingga kami mengikuti harga di Jakarta. Saat ini saya menjual telur Rp 30.000 perkilogram sebelumnya Rp 25.500 Perkilonya,” pungkasnya. (Luki)








