Saling Bantah, Bujung Minta Juanda Jujur Soal Pelarangan Asrama Haji

Redaksi

Rabu, 15 Desember 2021 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Panitia Daerah Muktamar NU ke-34 minta Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Lampung bicara jujur soal kronologi pelarangan Asrama Haji Rajabasa.

Khaidir Bujung yang merupakan Koordinator Bidang Akomodasi pada Muktamar NU mendatang, bersikeras tetap melanjutkan somasinya sampai Kakanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim, meminta maaf secara terbuka.

Khaidir Bujung menuturkan jika klarifikasi Juanda Naim mengada-ada. Sebab, kata dia, dirinya memboking empat Gedung Asrama Haji bukan atas nama pribadi, melainkan kesepakatan dengan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Ansori, dibuktikan dengan dikeluarkannya estimasi dana sewa untuk empat gedung sebesar Rp68,4 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pak Juanda dalam klarifikasinya seolah-olah saya memboking Asrama Haji atas nama pribadi bukan sebagai panitia Muktamar NU. Saya ini bekerja sesuai dengan tupoksi saya sebagai Koordinator Bidang Akomodasi,” kata Wakil Ketua PWNU Lampung itu pada Rabu malam (15/12).

Baca Juga  Pemprov Lampung Lepas 57 Kafilah MTQ Nasional XXXI ke Jawa Tengah

Komunikasi dirinya dengan Kabid PHU, lanjut mantan legislator PKB itu, terjadi sejak 20 November 2021, selanjutnya Kabid PHU berkonsultasi dengan Kakanwil Kemenag.

“23 November 2021 estimasi dana untuk empat gedung dikeluarkan, yakni sebesar Rp68,4 juta. Artinya, sampai 23 November tidak ada masalah. Tiba-tiba kok 14 Desember 2021, saya hanya diperbolehkan menggunakan dua gedung. Ini kan acara besar, kita sudah floting empat gedung itu akan digunakan untuk pemondokan 150 PCNU, estimasi 450 Muktamirin, dua gedung tidak cukup. Karenanya, saya mengurungkan penggunaan Asrama Haji, dan saya mengindikasi ada upaya untuk mengganggu kelancaran Muktamar,” jelas dia.

Baca Juga  203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

Persoalan ini, tambah dia, sudah didengar oleh DPRD Lampung dan dirinya siap menjelaskan duduk persoalannya di hadapan wakil rakyat.

“Saya berharap nanti Pak Juanda berkata sejujurnya dihadapan DPRD, siapa yang mempengaruhi dirinya untuk menarik dua gedung yang sudah dibooking panitia Muktamar,” ucapnya.

Terpisah, Kabid PHU Ansori membenarkan jika sebelumnya Khaidir Bujung atas nama Panitia Muktamar telah memboking empat gedung. Namun, hanya dua gedung yang mendapat izin Kakanwil, dan Khaidir Bujung menolak dengan alasan tidak cukup.

“Ya tadinya akan dibagi dua.
Tapi karena menurut Pak Bujung tanggung dan tidak bakal cukup ya lebih baik dibatalkan semua,” singkat Ansori via WhatsApp, Rabu siang.

Baca Juga  Lampung Perkuat Pengembangan Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional 2029

Sebelumnya diberitakan, Juanda Naim mengaku tidak pernah melarang penggunaan Asrama Haji Lampung sebagai pemondokan muktamirin NU.

“Kita tidak pernah melarang Asrama Haji Lampung untuk dipakai siapapun,” tegas Juanda.

Menurut dia, somasi yang dilakukan Haidir Bujung sebagai panitia tak memiliki dasar yang jelas, sebab 2 gedung penginapan telah dibooking oleh panitia daerah Muktamar NU.

“Kita ini sangat mendukung, jadi kita harus akomodir semua. Jadi 2 gedung sudah dibooking oleh panitia sebelum Bujung minta. Nah, Bujung terkesan memaksa karena dia mau booking semuanya. Ya tidak boleh begitu dong. Kita sudah siapkan 2 gedung untuk dia. Kalau tidak salah kapasitas 2 gedung itu untuk 350an orang,” pungkasnya.(Agis)

Berita Terkait

PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik
Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi
Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer
Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung
Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota
Marindo Kurniawan Lantik Imam Ghozali sebagai Staf Ahli Gubernur Lampung
BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026
IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:32 WIB

PFI Lampung Tegaskan Tim Media Gubernur Tak Berwenang Halangi Kerja Jurnalistik

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Status GAK Naik ke Siaga, BPBD Lampung Larang Aktivitas dalam Radius 5 Kilometer

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Marindo Kurniawan Tekankan Penguatan Forum Penataan Ruang untuk Dukung Investasi Lampung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Antrean BBM, Soroti Pelayanan SPBU dan Usulan Tambahan Kuota

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:46 WIB

BULOG Lampung Serap 241.319 Ton Beras hingga Oktober 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:27 WIB

IJP Lampung Desak Evaluasi Tim Media Gubernur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Mikdar Apresiasi Kinerja Gubernur

Berita Terbaru

Lampung

Sigit Kribintoro Minta Tim Media Gubernur Lampung Dievaluasi

Minggu, 11 Okt 2026 - 22:27 WIB