RSUDAM Diterpa Kritik, Dirut Baru Diharapkan Bawa Perubahan

Suryani

Jumat, 26 September 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung kembali menjadi sorotan. Baru kurang dari dua bulan menjabat, Direktur Utama Imam Ghozali langsung dihadapkan pada gelombang kritik dan persoalan yang menumpuk.

Bandarlampung (Netizenku.com): Belum tuntas melakukan konsolidasi internal, Imam sudah diserbu isu: mulai dari tudingan soal kinerja, dugaan kedekatan dengan politisi, proyek rumah sakit, hingga persoalan pelayanan serta berbagai masalah warisan lama di RSUDAM.

Tak hanya itu, dalam beberapa pekan terakhir, ia juga harus menghadapi dugaan praktik pemerasan oleh oknum LSM yang menekan melalui pemberitaan miring dan ancaman aksi demonstrasi. Tekanan ini disinyalir muncul karena adanya permintaan persentase dari proyek rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski baru seumur jagung memimpin, dokter spesialis anestesi ini memilih bertahan karena besarnya harapan yang diberikan kepala daerah kepadanya. “Bismillah,” katanya mantap saat menerima tongkat estafet kepemimpinan dari Lukman Pura, pada Jumat (8/8/2025) lalu.

Baca Juga  Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela sepakat, perubahan di RSUDAM tidak bisa dilakukan instan. Namun dengan kepemimpinan baru, terbuka peluang besar menjadikan rumah sakit ini bukan sekadar “tempat berobat terakhir”, melainkan pusat pelayanan yang profesional, ramah, dan modern.

Imam bukan orang baru di RSUDAM. Sebelum resmi terpilih melalui seleksi terbuka Pemprov Lampung, ia sempat menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt). Pengalaman itu membuatnya cukup memahami peta persoalan rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Lampung ini.

Segudang PR

RSUDAM bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi juga wajah pelayanan medis Provinsi Lampung sejak berdiri pada 1937. Mayoritas pasien dengan kondisi serius dari 15 kabupaten/kota berakhir di rumah sakit ini. Beban kerja yang besar sejalan dengan ekspektasi publik yang tinggi.

Baca Juga  Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Namun, berbagai masalah terus menghantui. Keluhan pasien masih banyak, mulai dari peralatan medis vital seperti MRI dan CT-Scan yang tidak optimal, fasilitas kebersihan, ruang tunggu, hingga kenyamanan pelayanan. Persoalan insentif tenaga kesehatan juga belum sepenuhnya tuntas.

Kritik datang dari berbagai arah. Media sosial ramai membicarakan kekurangan pelayanan. Lembaga pemeriksa negara menyoroti pengelolaan keuangan dan proyek. Bahkan isu pungutan liar serta dugaan permainan dalam pengadaan ikut menyeruak.

Di tengah kondisi tersebut, Imam menegaskan tekadnya. “Saya paham masalah di RSUDAM tidak sedikit. Tapi ini rumah sakit kita bersama. Saya ingin semua pihak mulai dari tenaga kesehatan, manajemen, maupun masyarakat dapat ikut bergerak memperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga  Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab

Momentum Perubahan

Pengamat menilai, meski kritik deras mengalir, Imam seharusnya diberi waktu untuk membuktikan diri. Ia dianggap cukup memahami akar masalah karena telah lama berkecimpung di RSUDAM.

Harapan besar kini berada di pundaknya. Sulastri, salah satu keluarga pasien, menyampaikan suara masyarakat. “Kami tahu tidak bisa langsung sempurna, tapi paling tidak ada perubahan nyata. Itu yang kami tunggu,” ujarnya.

Kini publik menanti, apakah Imam mampu mengubah wajah RSUDAM dari rumah sakit sarat keluhan menjadi rumah sakit yang membawa harapan dan senyum lega bagi pasien. “Insya Allah, dengan doa masyarakat Lampung dan bersama menjaga kondusifitas, saya akan berusaha membenahi persoalan satu per satu,” pungkasnya optimistis. (Rls)

Berita Terkait

Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum
Fadli Zon Jadikan Lampung Panggung Pernyataan Pentingnya Pelestarian Budaya
Kampanye Anak Indonesia Hebat, Purnama Wulan Sari Mirza Ajak Perkuat Pendidikan Karakter Anak Usia Dini
KPK dan DPRD Lampung Perkuat Sinergi Pencegahan Korupsi
DPP ABRI Gelar Pelatihan Paralegal Nasional 2025

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 15:55 WIB

Pengangkatan Petugas MBG Jadi Pegawai Negara, DPRD Lampung Soroti Nasib Guru Honorer

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:34 WIB

PKB Tetapkan Chusnunia sebagai Ketua DPW Lampung 2026–2031

Jumat, 23 Januari 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Lampung Siapkan PKN Tingkat II 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:06 WIB

Kominfo dan PPPA Lampung Perkuat Sinergi PUSPAGA

Jumat, 23 Januari 2026 - 11:35 WIB

DPRD Lampung Dukung Rencana Pabrik Rokok HS di Lampung Timur

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:59 WIB

HGU SGC Dicabut, Triga Lampung, Negara Harus Pastikan Tak Ada Kelebihan Lahan

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:52 WIB

Yozi Rizal Minta Pemerintah Pusat Transparan soal Pencabutan HGU Anak Usaha SGC di Lampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:41 WIB

Rokok Ilegal Marak, DPRD Lampung Dorong Penindakan Menyeluruh

Berita Terbaru

Lampung Selatan

Imigrasi Kalianda Gelar Syukuran Hari Bakti ke-76

Senin, 26 Jan 2026 - 18:48 WIB