BERBAGI

Bandarlampung (Netizenku.com): Walikota Bandarlampung, Herman HN, berupaya memulihkan ekonomi daerah yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

Herman HN meminta unit pelaksana teknis (UPT) dinas terkait agar dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tugas. Ia juga mengancam memberhentikan pejabat apabila diketahui menyelewengkan pajak.

“Di kecamatan saya nggak mau lihat UPT kompromi, semua harus ditarik. Ketahuan, diberhentikan saja. Saya nggak main-main. Saya ingin ekonomi daerah segera pulih. Pajak restoran, pajak hotel dan lain-lain,” ujar Herman HN, di Gedung Semergou, Rabu (1/7).

Menurut Herman HN, pajak daerah merupakan pendapatan yang diambil dari masyarakat, bukan pengusaha. Dalam upaya pemulihan ekonomi daerah objek pajak berperan penting dalam membantu pemerintah.

Herman HN menargetkan di bulan Juli sektor ekonomi di Kota Bandarlampung berangsur pulih kembali.

“Saya ingin semuanya cepat. Jangan lambat-lambat, apalagi penerimaan kita terpuruk. Saya ingin Juli ini pulih kembali,” kata dia.

Oleh sebab itu dirinya meminta kepada OPD terkait agar dapat terjun melakukan pengecekan secara langsung. Hal itu guna mengawal pemulihan ekonomi secara efektif.

“Saya enggak mau lagi OPD yang diam-diam. Saya mau cek ke lapangan. Setoran harus sesuai. Ini tidak lain untuk kepentingan rakyat. Usai pandemi covid-19 Saya ingin lebih baik lagi,” kata dia.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Yanwardi, mengungkapkan bahwa anjloknya pendapatan daerah akibat pengaruh pandemi covid-19.

Sebelumnya pendapatan Kota Bandarlampung di angka Rp1,5-1,7 miliar per harinya. Saat pandemi, pendapatan anjlok hingga menjadi Rp200-400 juta per hari.

“Pendapatan kita biasanya kan setiap hari itu Rp1,5-1,7 miliar pada hari normal. Sekarang Rp300-400 juta, bahkan sampai Rp200 juta. Dia tidak menentu,” kata dia, saat di wawancara.

Hal itu lantaran sebanyak lebih dari 300 objek pajak berupa perusahaan hotel dan restoran tidak beroperasi. Pihaknya berharap di bulan Juli ini pendapatan daerah berangsur pulih, sebab objek pajak kini mulai beroperasi kembali.

“Mudah-mudahan di bulan Juli ini yang kelihatan di bulan Agustus nanti mulai membaik,” pungkasnya. (Adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here