Program Ronda Mustafa di Lampung Tengah Mulai Pudar, Anggaran Rp 1 M Mubazir

Avatar

Kamis, 1 November 2018 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Surya/Nk)

(Foto: Surya/Nk)

Lampung Tengah (Netizenku.com): Aktifitas ronda di Lampung Tengah (Lamteng) secara perlahan mulai pudar.

Program yang sebelumnya menjadi salah satu andalan di kabupaten berjuluk \’Bumi Beguwai Jejamo Wawai\’ ini bahkan sempat akan di jadikan ikon, Namun kini tak terdengar lagi.

Setelah Bupati Lamteng Mustafa tersandung masalah hukum dengan KPK, ronda di Lampung Tengah juga seakan tenggelam. Mustafa diketahui menjadi motor penggerak kegiatan tersebut.

Baca Juga  Mirza: Jangan Tuntut Warga Taat Pajak Jika Pelayanan Belum Beres

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pogram ronda yang digulirkan Mustafa memang memberi dampak positif, terhadap penekanan kriminalitas di Kabupaten Lampung Tengah, khususnya di wilayah zona merah.

Penelusuran Netizenku.com di Kecamatan Terbanggi Besar, sejumlah pos ronda yang dibangun secara permanen nampak kosong.

\”Sudah tidak ada aktifitas (ronda) lagi sekarang,\” kata seorang warga, Suheri, saat dijumpai di sekitar lokasi pos ronda.

Baca Juga  Gubernur Lampung Dukung FGD Nasional Jalan Tol Digelar di Lampung

Sangat disayangkan, program yang memberi dampak positif ini tidak berlanjut.

Data yang dihimpun Netizenku.com, Pemkab Lamteng menggelontorkan dana yang cukup besar untuk program ini, yakni sekira Rp 1 miliar.

Pemkab mengucurkan dana itu untuk melakukan pembangunan Pos Ronda se-Lampung Tengah. Setiap kampung atau dusun mendapat Rp 5 juta untuk pembangunannya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Lamteng Firdaus Ali mengatakan, akan memanggil Badan Pemerintahan Masyarakat Kampung (BPMK) guna membahas terkait hal ini.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong Unila Jadi Motor Transformasi Ekonomi Lampung

Menurutnya, ronda bagus untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan, wujud nilai sosial kemasyarakatan yang berjalan baik.

\”Di situ ada sifat gotong royongnya juga. Selain itu sayang juga, mubazir anggaran yang sudah dikucurkan untuk program itu. Nanti secepatnya kita akan panggil BPMK, untuk membahas ini,\” jelas Firdausn. (sansurya)

Berita Terkait

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung
RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi
Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung
Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat
PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM
DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI
Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung
Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:21 WIB

RSUDAM Siapkan Fertility Center, Perkuat Layanan Kesehatan Reproduksi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Batin Wulan Dorong Percepatan Sertifikasi Halal bagi UMKM Lampung

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:36 WIB

DPRD Lampung dan Disnaker Lampung Siap Tindaklanjuti Aspirasi FSPMI

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Marindo: Nilai Pancasila Harus Menjadi Landasan Pembangunan di Lampung

Rabu, 30 September 2026 - 22:10 WIB

Wagub Jihan Siap Dukung Pengembangan Program Sastra di Lamban Sastra Isbedy

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Wagub Jihan Dorong Modernisasi Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Berita Terbaru