Bandarlampung (Netizenku.com): Intensitas jumlah pemudik belakang melonjak drastis. Pemerintah Kota Bandarlampung telah siaga menghadapi warga yang berbondong-bondong pulang kampung.
Di tengah pencegahan penyebaran virus covid-19 ini, sebanyak 150 personel Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandarlampung akan disiagakan pada momentum jelang Hari Raya Idul Fitri. Belum termasuk dalam personel instansi terkait yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah setempat.
Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, mengatakan bahwa penyiagaan personel guna mengantisipasi adanya kedatangan Pemudik dari berbagai wilayah, yang nekat memasuki Kota Tapis Berseri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Nantinya, petugas tersebut kita distribusikan keenam titik perbatasan,\” kata Husna, usai menghadiri pertemuan bersama Tim Gugugus Tugas di ruang rapat walikota, Senin (18/5).
Ia menjelaskan, personel tersebut akan melakukan pengecekan kendaraan bersama dengan personel tim pengecekan titik perbatasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandarlampung.
Mengingat Bandarlampung belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), pihaknya tidak melarang pemudik masuk wilayah. Namun, apabila pengendara tidak dapat menunjukan identitas asal Bandarlampung akan diminta untuk putar balik.
“Bandarlampung tidak PSBB, jadi memang angutan kota tidak dihentikan. Aturan mudik kita ikut pemerintah. Jadi kita akan tetap melakukan sterilisasi, protokol kesehatan akan kita laksanakan. Apabila dia tidak memiliki surat jalan kita minta putar balik. Dengan sebelum-sebelumnya tetap sama,” terangnnya.
Husna menambahkan, pemudik harus turut menyertakan berbagai surat, mulai dari surat jalan perusahaan atau instansi hingga keterangan sehat dan bebas covid-19.
“Surat jalan dari pimpinan perusahaan. Terus ada keterangan sehat dan bebas corona. Kalau dia warga Bandarlampung kita terima. Itu memang berlaku untuk nasional,” tukasnya. (Adi)








