oleh

MB Tetap Jadi Idola Masyarakat Pagar Dewa

Liwa (Netizenku.com): Bupati Lampung Barat periode 2007-2012 dan 2012-2017 Mukhlis Basri, tetap menjadi idola masyarakat setempat, tidak terkecuali warga Kecamatan Pagar Dewa.

Hal tersebut disampaikan tokoh masyarakat setempat, M.Abas saat anggota komisi I DPR RI itu melakukan kunjungan atau silaturahmi di Pekon Basungan Pagar Dewa. Menurut dia Mukhlis Basri adalah bapak pembangunan Lampung Barat.

“Alhamdulillah hari ini kami dapat bertemu langsung dengan pak Mukhlis yang sangat kami rindu dan idolakan, karena beliaulah yang memekarkan Kecamatan Pagar Dewa dari kecamatan induk Sekincau, sehingga saat ini Kecamatan Pagar Dewa sudah semakin maju, maka sangat layak kita juluki sebagai bapak pembangunan,” kata M Abas, Selasa (23/11).

Baca Juga  Pangdam II Sriwijaya Kunjungi Kodim 0422 Lambar

Sementara Mukhlis Basri menyampaikan, kehadirannya untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Pagar Dewa karena rasa rindu yang sama, tetapi karena kesibukan dalam menjalankan amanah rakyat, baru punya kesempatan untuk datang secara langsung.

“Alhamdulillah hari ini kita dapat berkumpul dan melepas rindu, dan kehadiran saya hari ini sebagai bentuk kecintaan saya kepada masyarakat Pagar Dewa, dan dari apa yang bapak ibu sampaikan pada pertemuan ini, mudah-mudahan dapat saya perjuangkan,” kata Mukhlis.

Baca Juga  Eks Anggota DPRD Lambar Alih Profesi Jadi Petani Kopi

Pada kesempatan tersebut, yang juga dihadiri anggota fraksi PDI Perjuangan DPRD Lampung Barat, camat Sekincau, Peratin, dan pengurus kecamatan PDI Perjuangan, Mukhlis disambut dengan seni Singa Depok, atraksi Pencak Silat oleh PSHT serta tari sembah, berjanji akan memperjuangkan aspirasi masyarakat tentang listrik dan sarana jalan.

“Salah satu harapan warga yang disampaikan Azis dari Pekon Sidodadi, terkait harapan pembangunan jaringan listrik, dan jalan akan saya perjuangkan langsung baik di Pemkab Lampung Barat maupun pemerintah pusat, untuk segera siapkan proposalnya,” kata dia. (Iwan/len)

Baca Juga  Talud Way Haru Jebol, Rugikan Petani Lambar