oleh

Mayat Perempuan Anonim Ternyata Korban Pembunuhan

Liwa (Netizenku.com): Identitas mayat perempuan anonim yang ditemukan di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), diketahui bernama Beti bin Bairun (45) warga Desa Sepatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kecamatan OKU Selatan, Sumatera Selatan (Sumsel).

Mayat perempuan berambut pirang yang ditemukan dibuang di jurang Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong Pesisir Barat ini terungkap kurang dari 12 jam, oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Barat (Lambar).

Dari peristiwa tersebut, polisi mengamankan tiga orang tersangka,  yakni  Gidion Meldina (GM) bin Suardi (31) warga Sipatuhu Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan, Badriansyah (BS) (35) tahun yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Agung Kabupaten Oku Selatan. Kemudian  Asrul Mubarik (AM) bin Baharudin, warga Desa Suka Maju Kecamatan Banding Agung Kabupaten Oku Selatan.

Pada press rilis yang dipusatkan di Mapolres setempat, Jumat (1/3), Waka Polres Kompol M. Riza Fahlevi, M.H., didampingi Kasatreskrim AKP Faria Arista, S.Ik., bersama Kanit Jatantras Ipda Eflan, mewakili Kapolres AKBP Doni Wahyudi, S.Ik.,  mengungkapkan, bahwa Beti adalau korban pembunuhan.

Baca Juga  Bawaslu Ajak Semua Awasi Pemilu

Dari total empat orang tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut, dengan tersangka utama Gidion Meldina sedangkan satu tersangka OR sedang dalam pengejaran anggota.

\”Alhamdulillah anggota kami sudah menangkap tiga orang dari empat orang tersangka, sementara satu tersangka OR masih dalam pengejaran anggota,\” kata Waka Polres seraya menambahkan dua tersangka Badriansyah dan Asrul Mubarik dihadiahi timah panas di bagian kaki karena mencoba melarikan diri,\” kata Riza.

Berdasarkan hari pemeriksaan terhadap tersangka kata Riza, pembunuhan tersebut bermotif dendam, dimana tersangka utama GM memiliki hutang Rp200 juta kepada tersangka, dan sering dimarahi oleh korban. Atas dasar itu GM bersama Bardiansyah merencanakan pembunuhan dengan mengajak dua tersangka lainnya.

\”Antara GM dan BS ada hubungan asmara, keduanya diduga merencanakan pembunuhan tersebut, sementara kedua tersangka lain, yakni AM dijanjikan akan diberikan uang imbalan Rp5 juta, sementara OR (DPO) yang diakui GM dan BS sebagai eksekutor dijanjikan imbalan Rp20 kita,\” kata Riza.

Baca Juga  Kurangi Penggunaan Plastik, Bupati Lampung Barat Terapkan Eco-Office

Sementara Kronologis pembunuhan tersebut dijelaskan Waka Polres,  Rabu (27/2 sekitar pukul 16.00 Wib, ketiga pelaku membawa korban ke jalan dengan alasan akan memberikan obat untuk kesembuhan korban dengan memberikan ramuan minuman yang telah diberikan racun,  namun setelah korban meminum ramuan tersebut, hanya menyebabkan korban lemas saja.

Selanjutnya, para pelaku membawa korban kearah Kabupaten Pesisir Barat dan ditengah perjalan pelaku BS memberhentikan kendaraan, kemudian saudara Orizon (OR) dan BS mencekik dan membekap korban dengan bantal, sedangkan AM memegang kaki korban sehingga korban meninggal dunia.

\”Setelah memastikan korban meninggal dunia, para tersangka membuang ke jurang sedalam 5 meter di Pekon Rata Agung Kecamatan Lemong Pesisir Barat, sementara kendaraan R4 jenis Mitsubishi Pajero ditinggalkan di dekat lapangan kijang Pekon Kampung Jawa kecamatan Pesisir Tengah kabupaten Pesisir Barat,\” katanya.

Dan ternyata kata Riza Fahlevi, setelah dilakukan tes urine terhadap tiga tersangka, dapat dipastikan dua tersangka GM dan BS positif dalam pengaruh penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Juga telah dilakukan visum at repertum terhadap mayat korban.

Baca Juga  Usai Jadi Sorotan Media, Hearing DPRD Lambar Kini \'Molornya\' tak Lama Lagi

\”Kami telah melakukan cek urine terhadap tiga tersangka, dan dipastikan dua tersangka GM dan BS dalam pengaruh narkoba jenis sabu, sementara hasil visum at repertum terhadap mayat korban untuk memastikan penyebab kematiannya dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara, dan masih dalam pemeriksaan laboratorium,\” katanya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka mata Riza Fahlevi dijerat dengan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman mati. Sementara Barang Bukti (BB) yang diamankan, satu unit mobil merk PAJERO Nopol BG 1462 YG. NOSIN  4D56UCDY0347, NOKA MMBGRKG40DD001166,  dua buah bantal dan satu  buah jilbab warna merah yang digunakan korban.

\”Saat ini tiga tersangka yang diamankan di wilayah Lampung Barat saat akan kembali dari Persis Barat menuju OKU Selatan Sumsel, sudah diamankan di Mapolres bersama barang bukti,\” tandasnya. (Iwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *