Krisis Iklim, Perempuan Nelayan Minta Perhatian Pemerintah

Redaksi

Minggu, 8 Januari 2023 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Perempuan nelayan di Provinsi Lampung keluhkan kerugian yang dialami atas cuaca ekstrem yang kian tak bersahabat, Minggu (8/1).

Hal itu diungkapkan, Sarnati, selaku perempuan pengolah ikan dari Kunjir Lampung selatan. Ia mengatakan sudah berbulan-bulan suaminya tidak dapat pergi melaut lantaran cuaca yang tidak menentu.

Terpisah, Yuni, sebagai pembudidaya udang di Kecamatan Rawa Jitu, Tulang Bawang, Lampung, juga mengalami hal yang sama bahkan hampir dua periode/siklus belum bisa budidaya.

Baca Juga  Wakil Gubernur Lampung Buka Musrenbang RKPD Way Kanan 2027

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kadang musim waktunya bagus untuk tebar, eh ternyata kok curah hujan masih saja turun terus,” ucapnya.

Menurut dia, dengan tidak adanya pembinaan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengarahkan disaat kondisi tidak bisa diperkirakan.

Dengan adanya hal tersebut, Koordinator Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI) Lampung, Ezra, menjelaskan bahwa pihaknya sebagai lembaga swadaya masyarakat tentunya telah memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat pantai yang mengalami dampak atas fenomena alam tersebut.

Baca Juga  Pemprov Lampung Terbitkan SE Larangan Randis untuk Mudik dan Pengendalian Gratifikasi

“Kami juga memberikan pelatihan ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan sumber alam yang masih tersedia, seperti memanfaatkan lahan sempit area tambak untuk bisa ditanami sayuran, olahan mangrove, olahan ikan, dan olahan udang,” ujarnya.

Ia juga berharap Pemprov Lampung memberi perhatian terhadap profesi perempuan nelayan.

“Agar mereka segera mendapatkan pelatihan pendampingan terkait ketahanan pangan lokal saat krisis iklim,” jelasnya.

Baca Juga  Wagub Jihan Tinjau Perbaikan Jalan Pringsewu–Pardasuka, Target Rigid Beton Maret 2026

Selain itu, PPNI Lampung juga membantu mendorong agar pemerintah segera mengakui profesi perempuan nelayan agar setara dengan pembudidaya laki-laki serta mendapatkan hak-haknya seperti perlindungan, jaminan keselamatan dan kesehatan dari negara. (Dea)

Berita Terkait

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata
DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Kunjungan Tembus 27 Juta, Lampung Perkuat Sektor Pariwisata
Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB
Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata
Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal
Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas
Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:30 WIB

HUT ke-13 Pesibar, DPRD Lampung Minta Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pariwisata

Rabu, 22 April 2026 - 16:56 WIB

DPRD Lampung Soroti Kenaikan BBM Non Subsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Rabu, 22 April 2026 - 09:41 WIB

Bupati Nanda Ajak Warga Taat Bayar Pajak PBB

Selasa, 21 April 2026 - 12:46 WIB

Wagub Jihan Kunker ke Kemenkes, Dorong Layanan Kesehatan Lebih Merata

Selasa, 21 April 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Lampung Sambut Kolaborasi Desaku Maju dan Desa BRILiaN BRI, Dorong Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

Selasa, 21 April 2026 - 11:14 WIB

Limbah Dapur MBG Dikeluhkan Warga, Pemprov Lampung Perketat Pengawasan dan Siapkan Sanksi Tegas

Selasa, 21 April 2026 - 10:53 WIB

Ghofur Usul Raperda untuk Kepastian Hukum Pengrajin Tanah Liat

Senin, 20 April 2026 - 21:57 WIB

MBG Belum Maksimal Gerakkan Ekonomi Desa, DPRD Lampung Dorong Kemitraan SPPG dengan BUMDes

Berita Terbaru