oleh

KPU Lampung Barat, Rilis Verifikasi Pilpres 914 TPS  

Liwa  (Netizenku.com): Komisi Pemilihan Umum  (KPU) Lampung Barat, telah memverifikasi data 914 dari 996 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lampung Barat hasil pemilihan  Presiden yang sudah di rilis di website KPU RI di Lamban Pemilu 2019 kpu.go.id.

Berdasarkan data yang sudah di input kata Pelaksana Teknis dan Humas di KPUD Lambar, Andri Okthoridon, kepada wartawan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Makruf Amin mendapat 95.520 suara (56,85 %) unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang meraih 72.613 suara (43,15 %).

Baca Juga  Syukuri 1 Tahun Masa Jabatan, Parosil Berbagi dengan Anak Yatim

\”TPS terverifikasi sampai saat ini baru 914 TPS dari 966 TPS di Lampung Barat, dan untuk sementara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 unggul, tetapi hasil tersebut belum final, karena belum 100 persen TPS terverifikasi dan berhasil di upload di website KPU RI,\” kata Andri, Selasa  (23/4).

Untuk suara Caleg DPR RI, kata Andri, TPS yang sudah berhasil terverifikasi di upload sebanyak 406 TPS  (42,02 %), dari data tersebut, menunjukkan untuk sementara PDI Perjuangan unggul dengan raihan suara 55,52 %, Partai Gerindra 8,58 % dan urutan ketiga Partai Demokrat dengan suara 8,33 persen.

Baca Juga  Parosil: Terima Opini WTP ke-9 Lebih Istimewa

Menurut data yang sudah di rilis juga, PDI Perjuangan tidak hanya unggul pada perolehan suara DPR RI, tetapi juga unggul untuk pemilihan DPRD Kabupaten, dari 251 dari 966 TPS  (25,9 %), dimana PDI Perjuangan memperoleh 32,53 %, Partai Demokrat 15,9 persen, Partai Gerindra 13,14 persen dan Partai Golkar 12,38 persen.

Baca Juga  DPMP Lambar Latih 131 Peratin Bak Militer

Kata Andri, Form C1 semuanya sudah terkumpul dari 966 TPS, tetapi secara keseluruhan belum dapat di upload oleh petugas system penghitungan (Situng) disebabkan beberapa kendala teknis, diantaranya karena jaringan internet.

\”Seluruh form C1 sudah terkumpul, tetapi lambatnya petugas melakukan upload karena, adanya gangguan jaringan internet, juga akibat susahnya mengakses server, karena semua wilayah melakukan upload secara bersamaan,\” tandasnya. (Iwan)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *