oleh

Konflik Gajah-Manusia di Lambar Butuh Solusi Penanganan

Liwa (Netizenku.com): Konflik antara masyarakat Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) dengan gajah yang telah terjadi bertahun-tahun, selama ini tidak ada penanganan yang permanen, sehingga hewan dilindungi tersebut menjadi teror bagi masyarakat setempat.

Terkait hal tersebut, Bupati, Parosil Mabsus mengajak Forkompinda untuk melakukan koordinasi terkait, bagaimana solusi supaya gajah-gajah liar yang tersebut tidak lagi masuk ke pemukiman, yang bukan hanya merugikan akibat komoditas pertanian masyarakat setempat mejadi sumber makanan, bahkan mengancam keselamatan warga.

Baca Juga  Kapolres dan Dandim 0422 Lampung Barat Buka Bersama Wartawan

Rapat koordinasi yang dilakukan di rumah dinas bupati, selain dihadiri Forkompinda, yakni Dandim 0422 Letkol Czi Benni Setiawan, Ketua DPRD, Edi Novial, Perwakilan Balai Besar TNBBS, Dinas Kehutanan Lampung, dan Ketua Komisi II DPRD, Sarwani, bupati mengatakan, untuk penanganan konflik tersebut pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus turun tangan.

“Konflik terjadi setiap tahun, sampai saat ini tidak ada penanganan yang berdampak signifikan supaya gajah tersebut tidak lagi menteror dengan memasuki pemukiman masyarakat, yang bukan hanya mengalami kerugian material, tetapi lebih pada kita melindungi kehidupan masyarakat, maka pemerintah pusat melalui kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan harus turun tangan,” kata Parosil.

Baca Juga  Pro Kontra Zakat Profesi ASN Lambar, Ini Jawaban Bupati

Selain itu kata Parosil, dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin, agar melihat langsung kawasan yang selama ini menjadi lokasi belasan ekor gajah, yang hanya mampu di halau dengan cara tradisional.

“Saya sudah meminta Pak Sudin ketua komisi IV DPR RI untuk melihat langsung kondisi di lapangan, sehingga nanti akan ada solusi bagaimana kawanan gajah tersebut tidak lagi masuk kepemukiman warga, dan beliau menurut rencana akan datang 18 September mendatang,” ujar Parosil.

  1. Seperti diketahui saat ini belasan ekor gajah liar, berada dekat pemukiman warga Pekon Sukamarga kecamatan Suoh dan Pekon Bumi Hantatai kecamatan BNS, yang telah merusak beberapa unit gubuk, dan tanaman masyarakat setempat. Sementara upaya petugas untuk menghalau hanya dengan melakukan bunyi-bunyian dengan alat tradisional. (Iwan/leni)
Baca Juga  Tak Ada Rolling, Bupati Lambar Minta Jajaran Tingkatkan Kinerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *