Ketika Belanja Sosial Menurun: Lampung Melepas Tongkat Bantuan, Menapak dengan Daya Sendiri

Ilwadi Perkasa

Selasa, 4 November 2025 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selama lima tahun terakhir, Lampung membuktikan bahwa ketahanan tidak lahir dari besarnya bantuan, tapi dari daya yang tumbuh di akar masyarakat.
Belanja sosial pemerintah pusat memang menurun, tapi hasilnya justru tampak jelas: kemiskinan turun, ekonomi desa bergeliat, dan konsumsi tetap stabil.

Kini, Lampung menapak dengan langkah sendiri — dari ekonomi yang disangga, menjadi ekonomi yang berdaya.

Selama lima tahun terakhir, Lampung membuktikan bahwa ketahanan tidak lahir dari besarnya bantuan, tapi dari daya yang tumbuh di akar masyarakat. Belanja sosial pemerintah pusat memang menurun, tapi hasilnya justru tampak jelas: kemiskinan turun, ekonomi desa bergeliat, dan konsumsi tetap stabil. Kini, Lampung menapak dengan langkah sendiri — dari ekonomi yang disangga, menjadi ekonomi yang berdaya.

Selama lima tahun terakhir, belanja sosial menjadi denyut nadi penyangga ekonomi Lampung. Dari pandemi hingga masa pemulihan, dana sebesar Rp22,96 triliun telah mengalir melalui berbagai program seperti BPNT, PKH, BST, BPUM, Prakerja, hingga bantuan kuota internet. Uang negara itu bukan sekadar angka, melainkan napas yang menjaga roda dapur tetap berputar di rumah-rumah sederhana.

Namun, 2025 menandai perubahan arah. Nilai bantuan sosial yang semula mencapai Rp5,8 triliun pada masa pandemi kini menyusut menjadi sekitar Rp1,7 triliun. Bukan karena kepedulian berkurang, melainkan karena Lampung mulai beranjak dari ekonomi bertumpu pada pertolongan menuju ekonomi yang bertumpu pada kemampuan. Bantuan darurat bertransformasi menjadi program pemberdayaan dan penguatan daya tahan ekonomi produktif.

Baca Juga  Gubernur Mirza Buka Road to Give 2026 di Pesawaran, Dorong Semangat Berbagi

Meski nilainya menurun, dampaknya justru terasa lebih dalam. Angka kemiskinan Lampung turun dari 12,76 persen pada 2020 menjadi 10,00 persen per Maret 2025. Kemiskinan ekstrem pun menyusut dari 1,32 persen menjadi 0,90 persen. Ini menandakan bahwa kebijakan yang tepat sasaran dan pendampingan yang konsisten lebih berharga daripada sekadar besarnya aliran dana.

Lampung Tengah, Lampung Utara, dan Lampung Timur menjadi wilayah dengan realisasi bantuan terbesar. Ketiganya adalah lumbung ekonomi agraris yang menjadi tulang punggung kehidupan desa. Bantuan yang merata di daerah-daerah ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pusat dan daerah menjaga daya beli dan menggerakkan konsumsi di lapisan akar rumput.

Baca Juga  BULOG Turun Serentak ke Pasar, Stok Beras Lampung Capai 264.884 Ton

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini, belanja sosial tak lagi sekadar payung di tengah badai, melainkan jembatan menuju produktivitas. Program pelatihan prakerja, penguatan koperasi, dan dukungan usaha mikro menjadi benih yang ditanam agar masyarakat tumbuh tanpa terus bergantung. Inflasi yang terkendali di kisaran 1,2 persen dan pertumbuhan ekonomi Lampung sekitar 5,05 persen pada 2025 menjadi bukti bahwa daya beli tetap terjaga dan mesin konsumsi rumah tangga masih berputar stabil.

Baca Juga  Pemprov Lampung Tangani Ruas Jalan Ketapang-Negara Ratu di Lampung Utara

Ketika bantuan mulai surut, ketahanan masyarakat justru tampak menguat. Lampung menapaki babak baru dari ekonomi yang disangga bantuan menjadi ekonomi yang ditopang oleh semangat dan daya sendiri. Seperti perahu yang belajar berlayar tanpa angin belas kasihan, Lampung kini mulai bergerak dengan kekuatannya sendiri. Perlahan tapi pasti.

Berita Terkait

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah
Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM
Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —
Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi
Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
KPK Beri Penghargaan kepada Lampung atas Penguatan Pendidikan Antikorupsi
Limbah PT Indo Thai Coco Diduga Cemari Sumur Warga, DPRD Lampung Desak DLH Bertindak
Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:46 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Marindo Lantik Gadriyanto Abung sebagai Kasatpol PP dan Lukman Pura Direktur RSUDAM

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemprov Lampung Dorong Penguatan Kepemimpinan Perempuan melalui Kaderisasi Bandarlampung —

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Lampung Raih Penghargaan BSSN, 100 Persen Kabupaten/Kota Miliki TTIS Teregistrasi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Pemprov Lampung Dorong ITERA Jadi Pusat Inovasi dan Hilirisasi Komoditas Unggulan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Limbah PT Indo Thai Coco Diduga Cemari Sumur Warga, DPRD Lampung Desak DLH Bertindak

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026, Pemprov Lampung Rayakan Kemenangan Timnas Indonesia

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Manajer Minisocer PWI Lampung Dorong Tim Perkuat Fisik dan Mental Jelang Porwanas

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Lampung Instruksikan RSUDAM Berbenah

Selasa, 6 Okt 2026 - 22:46 WIB