oleh

Insiden Lift Proyek LBC, Puslabfor Mabes Polri Turun Tangan

Bandarlampung (Netizenku.com): Tim gabungan dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, bersama Polda Lampung dan Polresta Bandar Lampung, mulai melakukan penyelidikan mendalam terkait kecelakaan kerja jatuhnya lift proyek Lampung Bay City. Diketahui, tim gabungan tersebut telah melakukan penyelidikan sejak Selasa (23/11) pagi.

Kepala Satreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Devi Sujana, membenarkan adanya kedatangan Puslabfor Mabes Polri, untuk meneliti dan menyelidiki insiden yang melukai sembilan pekerja. “Iya benar, kami tadi sudah meneliti mendalam di lokasi kejadian,” kata Kompol Devi Sujana.

Baca Juga  Pemprov Harap Pesawaran Jadi Pendorong Laju Pembangunan

Hingga saat ini, tim penyidik dan peneliti saat ini belum bisa menjelaskan hasil penelitian dan penyelidikan. Hal ini dikarenakan hingga kini, proses penyelidikan bersama di lokasi proyek masih berlangsung.

“Saat ini tim masih di lokasi, jadi belum tahu hasilnya penyelidikannya seperti apa. Nantinya kalau hasilnya sudah keluar, maka akan kami sampaikan ke publik,” kata dia.

Berdasarkan kronologi yang telah dihimpun,  9 orang tersebut menaiki alat pengangkut orang dari lantai 21. Saat tengah berada di lantai 5, kecepatan alat tersebut naik drastis hingga terhantam menuju lantai dasar.

Baca Juga  Satu Warga Bandarlampung Ditangkap Edarkan Uang Palsu

Dugaan sementara, ada dua kemungkinan trouble yaitu pada instalasi mesin Alimak atau kelalaian oleh operator.

Berikut nama-nama korban:

1. Bhakti Dafin Diovani bin Bejo (Pekerja bongkar pasang scafolding), mengalami sakit pada kaki dan tangan.

2. Sunaryo bin Sungkono, (Operator Alimak), mengalami patah pada kaki sebelah kanan.

3. Wahyudin bin ukut (Pekerja vertikal kolom), mengalami sakit pada kaki sebelah kiri dan tulang punggung bagian tengah.

4. Tarsim bin Sakam (Pekerja vertikal kolom), mengalami sakit pada pergelangan kaki sebelah kanan dan pinggang.

Baca Juga  Suap Izin Pembangunan Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

5. Jumalif bin Toro (pekerja sebagai tukang kayu), mengalami sakit pada bagian pinggang dan kaki.

6. Sutikno bin Katimin (pekerja sebagai tukang kayu), mengalami patah kaki.

7. Yuh Abdul Halim Bin Dul Wahid (pekerja sebagai tukang kayu), mengalami sakit pada bagian pinggang dan kaki.

8. Nurcholis bin alm. Sulaiman (pekerja sebagai tukang kayu) mengalami sakit pada bagian pinggang dan kaki.

9. Ariyanto bin Enin Munandar (pekerja sebagai tukang kayu), mengalami sakit pada bagian pinggang dan kaki.(Agis)