Gubernur Turun Tangan, Tak Sudi Warga dan Petani Jadi Korban

Luki Pratama

Minggu, 18 Februari 2024 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung, ketika menyapa pedagang pasar Panjang. Foto: Luki

Gubernur Lampung, ketika menyapa pedagang pasar Panjang. Foto: Luki

Bandarlampung (Netizenku.com): Gubernur Arinal Djunaidi merasa tidak nyaman dengan situasi harga beras melonjak belakangan ini. Dia menengarai ada “tangan nakal” berspekulasi di balik kondisi tersebut.

Kecurigaan itu cukup beralasan mengingat Lampung merupakan salah satu daerah lumbung pangan nasional. Bahkan, ditambahkannya, kebutuhan pangan DKI Jakarta disuplai dari Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai. Terlebih, ketika terjadi el nino, pertanian Lampung tetap sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi daerah secara mandiri.

“Ini kan janggal. Kalau tiba-tiba harga beras melambung. Saya sinyalir ada oknum yang melakukan praktik monopoli beras,” ungkapnya, Jumat (16/2) lalu, usai meninjau secara langsung ke pasar tradisional Panjang dan memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur meneruskan, dugaan ini disampaikan karena dirinya tidak menghendaki masyarakat dan petani kecil yang terkena imbas dari permainan di jalur perdagangan beras. “Kalau rakyat dan petani kecil menjadi korbannya, saya tidak bisa biarkan. Saya pastikan akan ambil tindakan,” tegas Arinal.

Baca Juga  Jihan Pantau Implementasi Lampung-In 2.0

Lebih lanjut dirinya menguraikan, sesungguhnya kalau harga beras murah yang menjadi korban adalah petani kecil. Hanya saja kondisi kenaikkan harga beras beberapa waktu terakhir justru bukan petani yang menikmatinya. Melainkan para spekulan. Itu bisa dilihat dari fenomena harga beras naik berbarengan dengan menipisnya stok beras.

Penjelasannya, kalau petani yang menyicipi kenaikkan harga beras, kondisi stok beras tetap stabil. Dengan kata lain harga naik bukan lantaran beras langka. Namun kondisi saat ini justru beriringan dengan kelangkaan stok.

Tak mau kondisi ini terus berlarut, imbuh Gubernur, pihaknya langsung menggandeng berbagai pihak terkait, termasuk Bank Indonesia dan Bulog, untuk menelisik penyebab kelangkaan beras sekaligus melakukan penanganan secara cepat.

“Kami seriusi hal ini. Kami segera merapatkannya untuk sesegera mungkin mencari biang penyebab sekaligus mencari jalan keluar menormalkan kembali harga beras di pasaran,” imbuhnya.

Baca Juga  BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan

Pada kesempatan itu Gubernur Arinal juga mengajak partisipasi awak media untuk aktif membantu memberi informasi perihal siapa kiranya yang telah patgulipat demi menangguk keuntungan besar dari kelangkaan beras.

“Kawan-kawan pers mungkin bisa membantu dengan melakukan penelusuran dan memberi informasi terkait oknum-oknum yang bermain di ketersediaan beras ini,” ajak Gubernur kepada awak media.

Selain itu, Gubernur Arinal juga menyinggung akan datangnya panen raya pada bulan April

mendatang. Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak dikehendaki, termasuk manuver para spekulan, dirinya menegaskan pentingnya koordinasi yang baik antara Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan dinas. Terutama yang berkenaan dengan pembelian gabah dari petani.

“Bulog harus peka dalam penentuan waktu panen agar bisa langsung melakukan pembelian, dan dinas terkait juga harus peka sehingga tidak ada pihak yang memanipulasi situasi ini,” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Bandar Lampung Diimbau Waspada Paparan Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Pada saat panen raya nanti, terang Gubernur Arinal, Lampung dapat mengakomodir pemenuhan konsumsi lokal. Bahkan sebagian produksi dapat didistribusikan ke luar daerah.

“Dengan adanya stok yang cukup dan harga yang stabil, masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Eko Dyah, mengungkapkan proyeksi panen raya gabah pada beberapa bulan mendatang.

Menurutnya, tanaman yang ditanam pada bulan Oktober di Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan diperkirakan bakal siap panen pada akhir Februari hingga Maret. Sedangkan panen raya akan terjadi pada April mendatang dengan prediksi jumlah mencapai sekitar 140 ribu hektare, setara dengan 800 ribu ton gabah kering giling. “April akan terjadi panen raya yang luar biasa,” terang Eko Dyah. (Luki)

Berita Terkait

Lampung Mulai Bangun Ekosistem Bioetanol untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Mikdar Ilyas Dorong Pengawasan Beras Premium untuk Lindungi Konsumen
Antrean Solar Meluas, DPRD Lampung Dorong Penambahan Kuota BBM Bersubsidi
Gubernur Mirza: Pemimpin Harus Pahami Pasal 33 UUD 1945 untuk Sejahterakan Rakyat
Pemprov Lampung Bentuk FKLPID, Perkuat Sinergi Dunia Industri dan Pendidikan
BULOG Pastikan Bantuan Pangan Beras Menjangkau Masyarakat Lampung Selatan
98 Kepala Sekolah di Lampung Resmi Dilantik, Sejumlah Jabatan Dirotasi
APBD Perubahan 2026 Lampung Difokuskan Perkuat Program Prioritas dan Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 14:12 WIB

Pengurus Baru Pramuka Tulang Bawang Udik Resmi Dilantik, Ini Pesan Tegas Ketua Kwarcab Tubaba

Kamis, 10 September 2026 - 17:19 WIB

DPRD Tubaba Sahkan Raperda APBD-P 2026, Busroni Tegaskan Pengawasan Tak Berhenti di Paripurna

Selasa, 1 September 2026 - 20:09 WIB

Pramuka Tubaba Diminta Jadi Teladan, Bupati Novriwan Soroti Pangan, Disiplin, dan Penanganan Sampah Plastik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Kapolres Tubaba Ajak Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:24 WIB

PAD Tubaba Digenjot, Aset Daerah dan Pajak Mulai Dioptimalkan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:24 WIB

HUT ke-25, Demokrat Tubaba Hadir Lewat Aksi Nyata di Tengah Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bupati Tubaba: Hilangkan Sekat, Satukan Komando untuk Percepat Pembangunan

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Bupati Tubaba: Disiplin Kunci Raih Cita-cita

Berita Terbaru