DLH Bersama Pertamina & Pelindo Bersihkan Limbah Mirip Oli di Pesisir Panjang

Redaksi

Kamis, 10 Maret 2022 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertamina bersama Pelindo II Panjang membersihkan limbah mirip oli yang mencemari pesisir Panjang Selatan, Panjang, Kota Bandarlampung, Kamis (10/3). Foto: Netizenku.com

Pertamina bersama Pelindo II Panjang membersihkan limbah mirip oli yang mencemari pesisir Panjang Selatan, Panjang, Kota Bandarlampung, Kamis (10/3). Foto: Netizenku.com

Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Lampung dan Kota Bandarlampung bersama Pertamina dan Pelindo II Panjang bekerja sama membersihkan limbah yang mencemari pesisir Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Bandarlampung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Lampung, Murni Rizal, mengatakan selain membersihkan limbah, pihaknya juga mengambil sampel limbah untuk uji laboratorium.

“Sampel kita akan kirim ke laboratorium yang kompeten. Mengenai hasilnya secepatnya akan kita informasikan,” kata dia saat ditemui di lokasi, Kamis (10/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Murni Rizal mengaku belum berani menyebutkan jenis limbah yang mencemari pesisir Panjang Selatan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Kayak oli bekas, tapi sudah menempel ke sampah, makanya kita minta ke DLH Kota untuk mengangkut ke TPA,” ujar dia.

Kehadiran Pertamina dan Pelindo II Panjang, lanjut Murni, untuk menjawab jeritan nelayan setempat yang terdampak pencemaran laut.

“Masyarakat di sini, jeritannya harus kita jawab bahwa pemerintah juga hadir,” kata dia.

Pesisir Lampung Tercemar Limbah Mirip Oli Sejak 2020

Baca Juga  Mingrum Gumay Lepas Jenazah Srie Atidah ke Peristirahatan Terakhir

Catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menyebutkan di tahun 2020 peristiwa serupa terjadi di Pantai Margasari, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Di Pesisir Pantai Margasari, terdapat temuan gumpalan oli yang berbusa berwarna coklat keputihan dan cairan oli berwarna hitam di bibir pantai.

Baca Juga: Limbah B3 Cemari Laut Labuhan Maringgai

Kemudian di tahun 2021, pesisir Lampung Selatan di Desa Kunjir ditemukan beberapa gumpalan hitam seperti aspal yang diduga minyak mentah di beberapa titik di pantai desa setempat.

Masyarakat Desa Kunjir mengatakan pencemaran limbah merupakan kejadian yang terus terulang, hampir setiap setahun sekali pembuangan limbah terjadi.

Baca Juga; Pesisir Lampung Tercemar Lagi, Walhi: penegakan hukum lemah

Dan saat ini, pesisir Panjang Selatan, Panjang, Bandarlampung tercemar limbah yang mirip tumpahan minyak atau oli.

Murni Rizal enggan menjelaskan penyebab terjadinya peristiwa berulang-ulang tersebut.

“Kalau penyebabnya kaitannya ke masalah hukum, enggak berani kita menjelaskan itu. Ditanya sama Polda saja mungkin gak bisa ini, silahkanlah diinvestigasi,” ujar dia kepada awak media.

Baca Juga  Raperda RTRW Bandarlampung Belum Jamin Keselamatan Lingkungan

Dia mengatakan proses pemulihan eksosistem yang tercemar dan penyelidikan penyebab pencemaran dilakukan seiring sejalan sesuai instansi masing-masing.

“Karena bagi tugas itu sudah jelas, bukan kita enggak mau. Di dalam proses penegakan hukum itu, pemerintah yang menegakkan ada bagian-bagiannya,” kata dia.

Sejauh ini penanganan limbah di pesisir, lanjut Murni, dilakukan dengan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kita melihat kalau 1-12 mil kewenangan kita, cuma kan dalam langkah pembersihan harus sama-sama. Kita koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota,” tutup dia.

Penegakan Hukum Pencemaran Pesisir Harus Transparan

Direktur Eksekutif Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, meminta proses penyelidikan dan penanganan pencemaran pesisir Lampung dilakukan secara transparan.

“Dalam surat yang kita layangkan kepada DLH Kota Bandarlampung dan DLH Provinsi Lampung, salah satu poin yang kita minta bagaimana pemerintah selalu menyebarluaskan informasi terhadap progres dan proses penyelidikan dalam pengungkapan yang dilakukan,” kata Irfan ketika ditemui di Sekretariat Walhi Lampung, Kamis (10/3).

Baca Juga  Pesisir Lampung Tercemar Lagi, Walhi: penegakan hukum lemah
DLH Bersama Pertamina & Pelindo Bersihkan Limbah Mirip Oli di Pesisir Panjang
Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri. Foto: Netizenku.com

Dia berharap pemerintah melakukan langkah cepat dalam pemulihan dan penyelidikan penyebab pencemaran pesisir lewat kerja sama antarinstansi dan perangkat daerah.

“Tidak cukup hanya membersihkan limbah yang ada, bagaimana sumber limbah tersebut dilakukan uji laboratorium seperti apa kandungannya, potensi dampak atau bahayanya. Sampai kepada proses pengenaan sanksi dan penegakan hukum yang jelas dan tegas,” ujar dia.

Sehingga hal tersebut memberikan efek jera dan mencegah hal serupa terulang kembali serta meningkatkan kewaspadaan korporasi yang bergerak di bidang perminyakan.

“Tidak jadi masalah apakah penanganan hukum dilakukan oleh pusat atau daerah, yang jelas bagaimana output penyelidikan dan penanganan itu,” tegas dia.

Irfan berharap pemerintah daerah bersikap proaktif terhadap pencemaran limbah yang terjadi di wilayahnya.

“Percuma juga hal ini diambil alih pemerintah pusat namun hasilnya tidak terlihat jelas,” pungkas dia. (Josua)

Baca Juga; Laut Lampung Kembali Tercemar, Walhi: Pemerintah jangan tutup mata!

Berita Terkait

Pj Gubernur Lampung dan Kakanwil Bakal Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama
Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Didominasi KDRT
Pimpin Rapat Perdana, Samsudin Minta OPD Maksimalkan Kinerja
Bandarlampung Komit Tekan Stunting
Hari Pertama Dinas, Pj. Gubernur Lampung Senam Bersama Pegawai Pemprov
KPPBM Minta Kepmenaker Nomor 260 Tahun 2015 Dicabut
Sertijab, Samsudin Resmi Pimpin Lampung
Menelisik Potensi LGBT di Kalangan Pelajar dan Santri

Berita Terkait

Rabu, 19 Juni 2024 - 21:25 WIB

Relawan Kami Gibran Temui RMD, Bahas Koneksitas Program Prabowo-Gibran dengan Program Pemprov Lampung

Rabu, 19 Juni 2024 - 14:09 WIB

Keterlibatan Parpol dan ‘Titip Nama’ Petugas Coklit Jadi Perhatian Bawaslu

Jumat, 14 Juni 2024 - 17:35 WIB

Bawaslu Bandarlampung Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih untuk Pilkada 2024

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:45 WIB

Dinilai Anggap Remeh, KPU Bandarlampung akan Didemo 

Minggu, 9 Juni 2024 - 23:02 WIB

RMD Resmikan Rumah Relawan

Minggu, 9 Juni 2024 - 22:31 WIB

Partai Perindo Lampung Gelar Fit and Proper Test Calon Bupati dan Wakil Bupati Tubaba

Minggu, 9 Juni 2024 - 16:31 WIB

Hanya 8 Parpol yang Terima Dana Hibah Pemkot Balam

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:33 WIB

Mantan Guru SMP Kenang Rahmat Mirzani Djausal: “Cerdas, Berakhlak, dan Aktif”

Berita Terbaru

Pejuang Siliwangi Kabupaten Tubaba menyatakan Sikap Dukungannya kepada Nona (Novriwan Jaya-Nadirsyah). (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

Pejuang Siliwangi Tubaba Dukung Pasangan Novriwan-Nadirsyah Maju Pilkada

Jumat, 21 Jun 2024 - 21:09 WIB

Suasana program

Pringsewu

Polres Pringsewu Ajak Masyarakat Ciptakan Situasi Kamtibmas

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:27 WIB

Sri Haryanto (Kajari Tubaba lama) saat berjabat tangan tanda perpisahan dengan  Novriwan Jaya, usai kegiatan Pisah Sambut Kajari Tubaba di Aula Rumdis Bupati, Panaragan Jaya, Jumat (21/6/2024). (Arie/NK)

Tulang Bawang Barat

Mantan Kejari Tubaba Sebut Novriwan “Bupati” di Hadapan Firsada

Jumat, 21 Jun 2024 - 20:05 WIB

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (UPTD PPPA) Provinsi Lampung, Rya Melanie,  ketika diwawancarai di ruang kerjanya. Foto: Arsip Luki.

Lampung

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Didominasi KDRT

Jumat, 21 Jun 2024 - 17:00 WIB