oleh

Dedikasi Yusmalasari Diganjar Penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka

Liwa (Netizenku.com): Satu dari tiga komitmen Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, sejak memimpin kabupaten penghasil kopi terbesar di Lampung, adalah Lampung Barat sebagai kabupaten literasi, untuk menggerakkan komitmen tersebut wadah yang dibentuk yakni Gerakan Literasi Daerah (GLD).

Ada satu sosok yang sangat fokus bergerak dalam rangka mendukung komitmen Lampung Barat sebagai kabupaten literasi, yakni Yusmalasari yang juga didaulat sebagai Wakil Ketua GLD Lampung Barat. Selain terjun langsung, juga banyak memberikan donasi.

Bunda, sapaan akrab Yusmalasari, mengaku sangat mendukung Lampung Barat sebagai kabupaten literasi. Dukungan tersebut, ditunjukkan bukan hanya melakukan pembinaan terhadap lamban baca yang mulai menjamur di Lampung Barat, tetapi ikut serta berdonasi.

“Literasi adalah panggilan jiwa, maka ketika pak bupati mencanangkan Lampung Barat sebagai kabupaten literasi saya sangat mendukung, dengan berbagai cara, bukan hanya melihat langsung pembuatan lamban baca dan pojok baca, tetapi secara rutin yang memberikan donasi berupa buku,” katanya.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Lambar Gelar Pengajian dan Doa Bersama

Bahkan menurutnya, yang merupakan owner dan Direktur RSIA Bunda, mengaku CSR yang dikucurkan RSIA Bunda yang bernaung di bawah PT Liwa Sehat Madani, tidak hanya sebatas lingkungan kesehatan, tetapi banyak dikucurkan untuk mengembangkan literasi dan biaya pendidikan bagi anak tidak mampu.

“Alhamdulillah, CSR dari perusahaan yang saya pimpin tidak hanya untuk bidang kesehatan, tetapi kita gunakan untuk pengembangan lamban baca, dan sampai saat ini sudah ribuan buku yang kita sumbangkan, termasuk berbagai permainan, sehingga anak-anak yang berkunjung ke lamban baca akan merasa betah,” katanya.

Baca Juga  Diapit Red Zone Covid-19, Lambar Tingkatkan Pengamanan

Selain itu, ia juga ikut mendukung pendanaan untuk penerbitan dua buku, yakni “Aku, Buku dan Lamban Baca” dan buku “Surga Di Bawah Pesagi” dan secara rutin menggelar kegiatan yang sifatnya edukasi, seperti mewarnai, menyusun puzzle, lomba Be Number One, dan lomba lamban baca.

“Berbagai kegiatan telah kita jalankan, dalam rangka meningkatkan minat baca anak-anak Lampung Barat, tetapi dua tahun terakhir terhenti karena adanya pandemi Covid-19, dan saat ini kita sudah melihat hasilnya, kalau pada tahun 2017 hanya ada sembilan lamban baca di Lampung Barat saat ini sudah ada 90,” jelasnya.

Sementara salah satu pengurus GLD Lampung Barat, mengungkapkan, walaupun GLD setempat menerima dana hibah, tetapi selama ini dalam mensukseskan Lampung Barat sebagai kabupaten literasi, setiap melakukan kegiatan dan kunjungan ke lamban baca, ia selalu menggunakan dana pribadi.

Baca Juga  Zeplin Minta BUMN dan Swasta Berikan Sumbangsih untuk Lampung Barat

Bahkan kata sumber tersebut, setiap kunjungan yang disertai bunda, pengunjung lamban baca, merasa senang, karena pada setiap kesempatan ia selalu membawakan oleh-oleh bukan hanya 60 buah buku, tetapi anak-anak mendapatkan hadiah berupa buku, pensil, kotak pensil, makanan kecil biskuit, susu, sekaligus mengadakan lomba mendongeng, diskusi kecil antar pengelola lamban baca, tebak-tebakan dan lomba bercerita tentang buku yang telah dibaca dengan hadiah uang.

Karena dedikasiny yang juga pernah dinobatkan sebagai Putri Buku Nasional, mendapat ganjaran dari Perpustakaan Nasional RI berupa penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka, yang diterima secara virtual, Selasa (14/9) bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. (Iwan/len)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *