Pesawaran (Netizenku.com): Raut wajah kesedihan masih tersisa di wajah Sukirman (56), warga Dusun II Desa Rowo Rejo, Kecamatan Negeri Katon, saat ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir yang juga bakal calon bupati, beserta rombongan DPC PDIP, mengunjungi kediamannya, guna mengucapkan bela sungkawa karena telah kehilangan anak keduanya yang diketahui bernama Noval (13) yang meninggal dunia lantaran ganasnya dampak gigitan nyamuk Demam Berdarah (DBD).
Selain melayat, ketua DPC PDIP ini juga langsung melakukan tindakan cepat guna memberantas, sekaligus membunuh jentik nyamuk yang ada di sekitar rumah Sukirman dengan melakukan fogging mandiri.
Dengan raut muka sedih, Sukirman didampingi istri dan kerabatnya, menceritakan bahwa dirinya tidak menyangka bakal kehilangan anak kesayangannya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Saya nggak nyangka sekali, bakal kehilangan anak saya itu, karena almarhum sebelumnya tidak ada tanda -tanda sakit, sehat-sehat saja,\” cerita Sukirman, Kamis (9/4).
Diceritakannya, sebelum meninggal Noval sempat bermain bola bersama teman-teman seusainya.
\”Kondisi anak saya ini sehat, bahkan sempat bermain bola bersama teman sebayanya, tapi sepulang dari bermain bola tiba-tiba muntah darah dikira lambung, tapi setelah dibawa ke rumah sakit trombositnya turun dan tidak lama berselang meninggal,\” ucapnya.
Menurut keterangan Sugiono, Kepala Desa Rowo Rejo, hingga saat ini jumlah warganya yang terkena DBD sudah mencapai 8 orang, salah satunya telah meninggal dunia.
\”Menurut laporan dari Puskesmas termasuk yang meninggal tadi pagi itu ada 8 orang yang sudah positif terkena DBD,\” kata Sugiono.
Namun menurut dia, meskipun ada beberapa warganya yang telah dinyatakan positif terkena DBD, pihak Diskes hingga saat ini belum melakukan upaya fogging, hanya sebatas pemeriksaan dan pendataan.
\”Diskes sudah turun dari kemarin sudah meninjau langsung, akan tetapi karena sedikit ada kendala miskomunikasi, fogging belum dilakukan, alhamduliah ada pak Nasir yang bertindak cepat segera melakukan fogging di sini,\” ucapnya.
Sementara itu, M. Nasir saat ditemui di lokasi, mengutarakan, tindakan fogging yang dilakukannya tersebut adalah upaya untuk membantu warga guna membasmi nyamuk DBD yang bersarang disekitaran rumah warga yang terkena DBD.
\”Apa yang kita lakukan ini, tindakan sepontanitas saja, setelah kita mendengar ada korban DBD di Desa Roworejo, maka kita segera koordinasi dan segera ke sini melakukan tindakan fogging,\” kata Nasir.
Terkait kasus ini pihaknya berharap kepada pemerintah agar dapat segera mengantisipasi kasus ini, hal ini agar tidak ada lagi korban akibat nyamuk DBD.
\”Jadi mudah-mudahan juga pemerintah daerah bukan hanya melihat di Rowo Rejo saja, artinya sudah ada dampak, jadi jangan sampai kasus DBD ini ada di daerah lain juga, harapan kita segera diantisipasi agar tidak ada korban lagi,\” harap Nasir. (Soheh/len)








