oleh

Daftar Billing Ditolak, Warga TBS Kebingungan

Bandarlampung (Netizenku.com): Warga Kecamatan Telukbetung Selatan tampak kebingungan dengan sistematik zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Akademik 2019/2020, terkhususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandarlampung, Selasa (18/6).

Calon peserta didik baru pengguna jalur Bina Lingkungan (Biling) wilayah TBS itu di tolak ketika hendak mendaftar di sejumlah sekolah yang terdapat pada zona 1, yakni SMPN 4, 9, 23, dan 25.

Berdasarkan hasil wawancara pada sejumlah warga yang mengalami penolakan, seluruh pihak sekolah di zona setempat menolak pendaftaran lantaran menurut pihak sekolah lokasi terlalu jauh.

Baca Juga  Program Sertifikasi Tanah \'Gratis\' yang Tak Pernah Mulus

Salah satu warga, Ferry Yanti selaku Isteri RT.15 Kelurahan Telukbetung mengungkapkan hal serupa, \”Warga kita yang daftar ke semua sekolah yang di zona itu ditolak. Alasannya karena survey-nya kejauhan. Terus kami diarahkan ke SMP 17 sama 18.\”¬†ujarnya.

Akan tetapi, lanjut Ferry Yanti, pihak sekolah yang masuk pada zona 7 menolak, sebab TBS tidak termasuk pada zona tersebut.\”Nah ini kita bingung. Ketika kita daftar ke SMP yang diarahin itu di tolak juga. Karena memang TBS ini kan zona-nya di zona 1 bukan 7.\” bebernya.

Baca Juga  PAD Jeblok, Herman HN Jual Aset dan Ajukan Pinjaman

Ia mengungkapkan, tidak adanya sebuah surat pengantar apapun yang diberikan kepada warga TBS tersebut. \”Ya kita sih kalau begini tentunya resah, karena terkesan saling lempar jadinya. Di sana kita ditolak, disini kita ditolak. Serba salah.\” ungkapnya.

Untuk diketahui, wilayah zona 1 meliputi Kecamatan Enggal, Tanjungkarang Pusat, dan Telukbetung Selatan. Sedangkan untuk wilayah yang masuk pada zona tujuh antara lain, Kecamatan Telukbetung Utara, Telukbetung Barat, dan Bumi Waras.

Baca Juga  Komisi V DPRD Panggil Pihak Rumah Sakit Urip

\”Iya ini tadi pada temuin lurah, cuma kata lurahnya itu sudah sesuai prosedur. Ya harapan kami ini kan rakyat kecil anaknya bisa sekolah, tapi kalau di tolak begini ya gimana.\” tutupnya. (Adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *