Bandarlampung (Netizenku.com): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung catat sebanyak 164 bencana alam dengan taksiran kerugian sebesar Rp 468.400 juta selama tahun 2022.
Kabid Kedaruratan dan Logistik dari BPBD Bandarlampung, Gustriansyah, mengatakan dari 164 bencana alam tersebut meliputi kebakaran lahan 9, banjir 26, tanah longsor 8, pitung beliung 3, dan pohon tumbang sebanyak 118.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terbanyak bencana alam berupa pohon tumbang. Karena pohonnya sudah pada tua,” ujarnya saat ditanyai di Kantor BPBD Bandarlampung, Selasa (10/1).
Dalam data yang dihimpun oleh BPBD Bandarlampung, ada beberapa istilah yakni, LR (Luka Ringan), LB (Luka Berat), MT (Mati), BP (Bangunan Penduduk), BU (Bangunan Umum), RR (Rusak Ringan), dan RB (Rusak Berat).
Dihimpun dalam data bencana tahun 2022, Korban Jiwa LR berjumlah 10, LB 1, dan MT 1. Dan korban fisik dalam tabel BP Berjumlah RR 45, dan RB 3.
Sedangkan dalam BU, tidak tercatat kerusakan akibat bencana alam baik RR maupun RB.
Untuk menanggulangi bencana alam di Kota Bandarlampung, pihaknya menerangkan bahwa anggota BPBD Bandarlampung selalu siaga selama 24 jam untuk mengevakuasi bencana alam yang terjadi di Kota Bandarlampung.
“Kalaupun terjadi bencana alam besar. Kita lakukan evakuasi ke Kantor Gubernur Lampung, dan Masjid Al-furqon, kalau garuntang di Rumah Dinas Walikota kita evakuasinya,” tutupnya. (Luki)








