oleh

Beras Rencengan Segera Hadir di Warung! Bulog Lampung Tunggu Distribusi Pusat

Bandarlampung (Netizenku.com): Mungkin warga Lampung banyak yang belum mengetahui tentang rencana Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), yang akan segera merilis beras sachet atau rencengan. Program yang terbilang unik ini, diketahui untuk mempermudah akses masyarakat dalam mendapatkan beras yang murah dan praktis.

Kini, Perum Bulog Lampung sedang menunggu pendistribusian Bulog Pusat terkait penjualan beras yang dikemas seberat 200 gram dengan harga Rp2.500.

Kepala Bulog Divre Lampung, Attar Rizal mengatakan, pihaknya menjamin beras tesebut akan distribusikan di daerah kabupaten dan kota jika memang sudah sampai di Lampung. \”Kami akan sebar beras tersebut, terutama distribusi di warung-warung,\” ujarnya, Minggu (27/5).

Baca Juga  Dinkes Pastikan Pegawai PLN Seluruh Lampung Terima Vaksin

Ia juga mengatakan, beras rencengan ini akan menjadi solusi bagi masyarakat yang berada di taraf ekonomi menengah ke bawah. \”Untuk di Lampung, masyarakat menengah kebawah kami fokuskan untuk membeli ini. Ini bisa jadi solusi yang baik,\” kata dia.

Ia juga mengatakan, Bulog menjamin beras sachetan dijual dengan kulaitas yang baik. \”Ini kan kualitasmya baik. Kami menjamin kemasan ini tidak kena udara, setahun tahan, kutu juga tidak bakalan masuk,\” tandasnya.

Baca Juga  Pemberlakuan Sift ASN di Bandarlampung Tunggu Instruksi Pusat

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan bahwa latar belakang menjual beras dengan ukuran sachet 200 gram ini, untuk menjamin ketersediaan beras kepada masyarakat.

Diungkapkannya lebih lanjut, kemasan beras 200 gram ini, apabila dimasak akan cukup untuk tiga piring dan akan dijual di warung-warung dengan harga 2500 rupiah dengan kualitas premium beras lokal.

Baca Juga  ‘Menari’ di Antara Kendaraan, Warga Balam Kesampingkan Jembatan Penyebrangan

“Harga 2500 rupiah. Jadi kalau didompet cuma ada 10 ribu, beli beras sachet saja. Ini cukup tiga piring dengan kualitas premium lokal. Kembaliannya bisa digunakan ntuk membeli komoditi yang lain,” tandasnya.(Agis)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *