Aktivis Lampung Nilai Sikap Birokrasi Unila dan Itera Bentuk Pengekangan HAM

Redaksi

Kamis, 14 September 2023 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandarlampung (Netizenku.com): Aktivis sekaligus jurnalis asal Lampung, Refky Rinaldy, telah menyuarakan keprihatinannya terkait dengan sikap birokrasi Universitas Lampung (UNILA) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) yang dinilainya sebagai tindakan yang menghambat kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, sebagaimana dijamin dalam UUD 1945 Pasal 28E Ayat 3.

“UUD 1945 pada Pasal 28E Ayat 3 itu jelas, setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat, dan itu amanat UU yang jelas dilindungi secara Konstitusi, jangan sampai sikap birokrasi kampus ini berdampak buruk yang berkepanjangan, jangan-jangan ada indikasi bahwa Kampus telah mengalami intervensi di sini,” kata Refky Rinaldy, saat dikonfirmasi media pada, Kamis (14 September 2023).

Lebih lanjut, Refky mengatakan bahwa sikap kampus yang membatasi kebebasan berekspresi mencemarkan citra dan martabat institusi pendidikan tinggi sekelas UNILA dan ITERA. Menurutnya, kampus seharusnya menjadi ruang strategis bagi mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk berekspresi, mengkompilasi, dan mengkomparasi pengetahuan yang pada akhirnya dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.

Baca Juga  Mardiana Tuding Dewan Pendidikan Lampung Mirip LSM

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sikap ini tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang seharusnya mengasah kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak. Kampus seharusnya menjadi tempat diskusi terbuka dan kritik yang konstruktif,” ujar Founder Gerakan Aktivis Kawal Reformasi (GAKAR) itu.

Refky Rinaldy juga menegaskan bahwa kasus yang melibatkan Akademisi Rocky Gerung dan hukum adalah urusan tersendiri. Ia mengimbau agar hal ini dibiarkan berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Baca Juga  Lampung Siap Bangun 2 Pabrik Bioetanol, Harga Singkong Petani Bakal Melambung Tinggi

“Urusan Rocky Gerung dengan hukum biarkan itu urusan dia, percayakan saja pada aparat kepolisian yang sedang bekerja, saya yakin urusan mahasiswa dengan Rocky Gerung ini tidak ada kaitan dengan hal lain apapun itu, selain daripada urusan pikiran dan pengetahuan, jangan dikendalikan, ini tidak baik bagi kesehatan bangsa dan negara ke depan,” cetusnya.

Sebelumnya, Gubernur BEM FEB Universitas Lampung (UNILA) dan Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) Institut Teknologi Sumatera (ITERA) telah menjadwalkan diskusi publik yang mengundang Akademisi Rocky Gerung pada tanggal 14 September 2023. Namun, kedua kampus melarang penyelenggaraan diskusi tersebut.

Presiden KM ITERA, Erza Refenza, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap kampus yang melarang diskusi publik ini. Ia menganggapnya sebagai penutupan ruang kebebasan berekspresi di kampus.

Baca Juga  SMAN 12 Bandar Lampung Loloskan 244 Siswa ke PTN dan Kampus Australia

“Kami sangat menyayangkan sikap kampus ini, kampus sebagai laboratorium peradaban justru menutup ruang kebebasan berekspresi, padahal diskusi ini bertujuan untuk meningkatkan output yang baik ke depannya,” kata Erza dengan rasa kecewa.

Erza juga mengungkapkan kebingungannya karena pihak Rektorat ITERA juga melarang mahasiswa menggelar diskusi tersebut di luar kampus.

Diketahui, alasan yang diberikan oleh pihak Kampus ITERA untuk melarang diskusi yang menghadirkan Akademisi Rocky Gerung adalah karena kampus tersebut tidak memiliki program studi yang berkolerasi dengan Hukum dan Filsafat. Selain itu, kritik yang dilakukan oleh Rocky Gerung terhadap Presiden RI Joko Widodo juga menjadi alasan, dengan alasan mengganggu kondusifitas kampus. (Luki)

Berita Terkait

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen
Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung
Temu Wilayah Pesantren Warnai Harlah ke-28 PKB, Perkuat Sinergi Ciptakan Lingkungan Aman
Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB
Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko
Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau
Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:55 WIB

DPRD Lampung Apresiasi Program Pupuk Organik Cair, Dinilai Tingkatkan Hasil Panen

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:47 WIB

Mikdar Ilyas, Liburnya Program MBG Berdampak pada Harga Hasil Pertanian di Lampung

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:07 WIB

Akademisi Unila Soroti Dampak Kenaikan Tarif Tol BTB

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:14 WIB

Gubernur Lampung Dorong POC dan Hilirisasi Demi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:05 WIB

Mirzani, Petani Harus Nikmati Hasil, Bukan Hanya Menanggung Risiko

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:11 WIB

Imelda Minta Publik Bijak Sikapi Informasi Gunung Anak Krakatau

Senin, 6 Juli 2026 - 21:06 WIB

Elly Wahyuni Minta Disdik Tegas terhadap Sekolah yang Paksa Siswa Beli Seragam

Senin, 6 Juli 2026 - 15:32 WIB

Wahrul Fauzi Siap Maju Pimpin Karang Taruna Lampung, Usung Pemberdayaan Pemuda dan 1.000 UMKM

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Gelar Penetrasi Pasar Kendalikan Inflasi

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:16 WIB

Bandarlampung

Disdikbud Bandar Lampung Fasilitasi Siswa Tak Lolos PPDB

Kamis, 9 Jul 2026 - 00:05 WIB