Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, meminta pemerintah daerah memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi agar penyalurannya tepat waktu dan sesuai kebutuhan petani.
Lampung (Netizenku.com): Mikdar menilai ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Persoalan distribusi yang tidak sesuai kebutuhan berpotensi menghambat proses produksi dan menambah beban usaha tani.
Ia mencontohkan adanya kelompok tani yang mengajukan pupuk NPK, tetapi justru menerima pupuk urea. Kondisi tersebut perlu segera dievaluasi agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai petani mengajukan pupuk NPK, tetapi yang datang justru urea. Distribusi harus tepat waktu dan sesuai kebutuhan petani,” tegas Mikdar, Senin (2/11/2026).
Ia meminta dinas terkait bersama penyuluh pertanian turun melakukan evaluasi terhadap penyaluran pupuk bersubsidi, mulai dari proses pendataan kebutuhan hingga distribusi kepada kelompok tani.
Selain pupuk, Mikdar juga mendorong peningkatan bantuan sarana produksi dan alat mesin pertanian (alsintan), termasuk traktor roda empat. Dukungan tersebut diperlukan untuk mempercepat pengolahan lahan, menekan biaya produksi, dan meningkatkan efisiensi usaha tani.
Di sisi lain, ia mengapresiasi kebijakan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam menjaga stabilitas inflasi sekaligus memperkuat sektor pertanian dan peternakan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikannya, inflasi Lampung tercatat sebagai yang terendah di Sumatera dan berada di bawah rata-rata nasional. Capaian tersebut dinilai positif, tetapi harus dibarengi kebijakan yang berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.
Mikdar menyebut sejumlah program pemerintah provinsi, seperti bantuan bibit pertanian dan peternakan, pupuk cair, serta sarana produksi, mendapat dukungan DPRD karena berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas.
Dukungan fasilitas pascapanen, seperti alat pengering (dryer), juga dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil produksi sekaligus memberikan kesempatan kepada petani mengatur waktu penjualan agar tidak merugi ketika harga sedang rendah.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian dan peternakan turut berdampak terhadap ketersediaan cadangan pangan daerah, mulai dari beras, jagung, singkong hingga komoditas peternakan seperti ayam dan daging sapi.
Ia optimistis Nilai Tukar Petani (NTP) Lampung dapat terus meningkat apabila produktivitas pertanian membaik, biaya produksi lebih terkendali, dan harga jual hasil panen semakin menguntungkan.
Kemudahan akses pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat serta dukungan pupuk cair dari pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan tersebut.
Mikdar menegaskan, pengendalian inflasi harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah perlu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok tanpa mengabaikan kepentingan petani untuk mendapatkan harga jual yang layak.
“Dengan produksi meningkat, biaya usaha menurun, pupuk tersedia sesuai kebutuhan, dan inflasi terkendali, pendapatan serta daya beli masyarakat, khususnya petani, akan semakin baik,” pungkasnya. (*)








