Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Tauriq Attala Gibran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengarahkan APBD Tahun Anggaran 2027 untuk mempercepat hilirisasi komoditas unggulan, meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan memperluas pemerataan pembangunan hingga perdesaan.

Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Lampung terhadap Raperda APBD 2027 pada rapat paripurna lanjutan Pembicaraan Tingkat I di Ruang Sidang DPRD Lampung, Kamis (22/10/2026).

Dalam jawabannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu mengapresiasi masukan dari delapan fraksi DPRD Lampung. Ia menegaskan, APBD harus menjadi instrumen pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“APBD bukan sekadar dokumen keuangan. APBD adalah dokumen pembangunan, keberpihakan, sekaligus cerminan tanggung jawab moral kita kepada masyarakat Lampung,” ujarnya.

Baca Juga  Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI Resmi Dikukuhkan di Lampung

Mirza mengatakan, kebijakan anggaran harus menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, serta membuka peluang ekonomi baru.

Salah satu prioritas pembangunan pada 2027 adalah hilirisasi komoditas unggulan agar hasil produksi Lampung memiliki nilai tambah melalui pengolahan, pemanfaatan teknologi, dan perluasan pasar.

Menurutnya, komoditas unggulan daerah tidak cukup dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Pengembangan industri pengolahan diperlukan untuk memperluas manfaat ekonomi, mendorong investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Selain hilirisasi, Pemprov Lampung melanjutkan program Desaku Maju pada 2027 untuk memperkuat perekonomian desa melalui empat pilar, yakni peningkatan produktivitas pertanian, nilai tambah komoditas, kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta konektivitas infrastruktur.

Baca Juga  Marindo Buka Evaluasi Pembinaan Bahasa Indonesia, Enam Lembaga Raih Apresiasi

Pada sektor pertanian, pemerintah akan memberikan PHC untuk mendukung pertanian berkelanjutan, menjaga kesuburan tanah, menekan biaya produksi, dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk sintetis.

Pemerintah juga akan mendistribusikan bed dryer atau mesin pengering hasil pertanian guna menekan kehilangan hasil pascapanen serta meningkatkan kualitas dan harga jual produk petani.

Sementara itu, peningkatan kapasitas SDM desa dilakukan melalui pelatihan vokasi. Adapun penguatan konektivitas difokuskan pada pembangunan dan penanganan jalan serta jembatan untuk memperlancar distribusi barang dan jasa.

Menanggapi masukan fraksi-fraksi DPRD, Mirza menyatakan seluruh pandangan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan perencanaan dan penganggaran. Penyusunan APBD tetap memperhatikan prioritas pembangunan, kemampuan keuangan daerah, dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  203 Titik Hotspot Terdeteksi, Karang Taruna Desa Diminta Waspada Karhutla

Ia juga menekankan pentingnya sinergi eksekutif dan legislatif dalam pembahasan APBD agar kebijakan yang dihasilkan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi dengan saling menghormati dan mengutamakan kepentingan publik.

“Saya percaya, hubungan yang kuat antara eksekutif dan legislatif tidak dibangun dengan menghilangkan perbedaan. Hubungan itu dibangun melalui saling menghormati kewenangan, menjaga kepercayaan, dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan golongan,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah
Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren
Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen
Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa
KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru