Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Tauriq Attala Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi inovasi pembuatan pakan ikan secara mandiri yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Inovasi berbasis bahan baku lokal tersebut mampu menekan biaya pakan hingga 50 persen dibandingkan pakan pabrikan.

Lampung (Netizenku.com): Apresiasi itu disampaikan Mirza saat menghadiri panen raya ikan patin Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Rabu (21/10/2026). Menurutnya, kreativitas dan kemandirian pembudidaya menjadi modal penting untuk meningkatkan keuntungan usaha, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Ia mengatakan, tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan, masih menjadi tantangan utama dalam usaha budidaya ikan. Kondisi tersebut turut memengaruhi keuntungan pembudidaya, yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor perikanan budidaya yang masih berada di bawah angka 100.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, Lampung memiliki potensi bahan baku lokal yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pakan ikan, seperti jagung, dedak, bungkil sawit, dan ikan asin. Pemanfaatan bahan-bahan tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan sekaligus menekan biaya operasional.

“Bapak bisa ambil jagung sendiri, Bapak bisa memadukan sendiri, dicampur POC sendiri, tanam sendiri, panen sendiri, harganya jadi lebih baik, untungnya lebih banyak. Jadi, yang penting ternyata bukan padinya, bukan jagungnya, bukan bungkil sawitnya, bukan POC-nya. Yang penting adalah kreativitas Bapak-Bapak sekalian untuk bangkit,” ujar Mirza.

Melalui formulasi pakan mandiri yang dikombinasikan dengan pupuk organik cair (POC), Pokdakan Jaya Mandiri Lestari mampu memproduksi pakan dengan biaya sekitar Rp5.000 per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan harga pakan pabrikan yang berkisar Rp10.000 hingga Rp12.000 per kilogram.

Baca Juga  Gubernur dan DPRD Lampung Sepakati 11 Aspirasi Ojol untuk Disampaikan ke Pemerintah Pusat

Efisiensi tersebut berpotensi menurunkan biaya produksi ikan patin sekaligus meningkatkan keuntungan pembudidaya. Berdasarkan estimasi yang disampaikan dalam kegiatan itu, hasil panen dapat mencapai 18,7 ton per kolam, dengan potensi keuntungan bersih sekitar Rp10.000 per kilogram ikan.

Mirza menegaskan, praktik budidaya yang efisien dengan memanfaatkan potensi lokal perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pembudidaya.

Ia meminta Pokdakan Jaya Mandiri Lestari bersama dinas terkait menjadikan lokasi budidaya tersebut sebagai pusat pembelajaran bagi pembudidaya ikan di Lampung Selatan.

“Kumpulkan semua petani budidaya ikan se-Lampung Selatan ke sini untuk belajar melihat kreativitas Bapak. Balik ke desanya, balik ke kampungnya, balik ke kolamnya, mereka akan buat pakan ikan sendiri,” instruksi Mirza.

Selain mendorong efisiensi produksi, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya memperluas akses pemasaran agar hasil budidaya ikan masyarakat dapat terserap secara berkelanjutan. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah kemitraan dengan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mirza mengatakan, masih terdapat pembudidaya ikan yang belum memiliki akses langsung ke dapur MBG. Karena itu, Pemprov Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berupaya membuka peluang kemitraan agar hasil produksi pembudidaya lokal dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Bapak nanti kalau mau langsung jual ke MBG bisa. Saya cek ternyata banyak petani-petani budidaya kita ini ikannya belum dapat akses ke dapur. Maka kami, Bupati Egi, ini ditugaskan bagaimana membuka akses sebesar-besarnya bagi petani-petani seperti Bapak langsung masuk ke dapur,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Mirza Kukuhkan Kepala BPKP dan Pengurus AAIPI Lampung 2026–2029

Menurut Mirza, efisiensi produksi harus diimbangi dengan perluasan akses pemasaran. Dengan biaya produksi yang lebih rendah dan pasar yang semakin terbuka, usaha budidaya ikan diharapkan mampu memberikan keuntungan lebih baik bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pengembangan sektor perikanan di Lampung, termasuk melalui penerapan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS). Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengapresiasi perkembangan usaha budidaya ikan yang dijalankan masyarakat. Menurutnya, keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk membangun usaha produktif apabila dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

Ia menyebut usaha budidaya ikan yang dirintis masyarakat sejak 2019 membuktikan bahwa lahan yang tersedia dapat dioptimalkan menjadi sumber penghasilan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian desa.

“Panen raya hari ini adalah bukti bahwa usaha perikanan rakyat mampu menggerakkan ekonomi dan menyejahterakan keluarga. Dengan segala keterbatasan, dengan segala hal yang dimiliki, lahan yang ada mampu dioptimalkan menjadi ruang-ruang ekonomi yang bertumbuh,” ujar Egi.

Selain meningkatkan produksi, Egi mendorong pembudidaya mengembangkan hilirisasi agar hasil perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Ia mencontohkan pengembangan hilirisasi di Kampung Nelayan Merah Putih, Kecamatan Ketapang. Melalui pengolahan ikan menjadi produk fillet dan penyimpanan menggunakan cold storage, nilai jual komoditas dapat meningkat dari kisaran 700 menjadi 2.000, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pengembangan produk olahan perlu menjadi bagian dari strategi penguatan sektor perikanan agar nilai ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga  PERABOI Gelar Bakti Sosial Deteksi Dini Kanker Payudara di RSUDAM

Perwakilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari, Sariman, turut mengapresiasi dukungan Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Selatan terhadap pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menunjang aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, perbaikan jalan provinsi dan kabupaten memberikan manfaat bagi petani serta pembudidaya ikan, terutama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran kegiatan ekonomi.

“Terima kasih atas terbangunnya jalan provinsi dan jalan kabupaten yang dulunya jalan jalur dua Kota Baru sempat vakum. Alhamdulillah setelah ada gubernur baru dan bupati baru bisa terlaksana dengan lancar. Alhamdulillah masyarakat bisa menikmati,” ujar Sariman.

Ia menambahkan, pembinaan yang diberikan kepada anggota kelompok turut meningkatkan kemampuan pembudidaya, termasuk mereka yang baru memulai usaha. Saat ini, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari memiliki 10 anggota.

Salah satu anggota pemula bahkan mampu membudidayakan 5.000 benih ikan patin selama enam bulan hingga menghasilkan sekitar 2,3 ton ikan saat panen.

Selain mengembangkan usaha produktif, kelompok tersebut juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan hasil perikanan kepada balita, ibu hamil, serta anak-anak yatim piatu di sekitar lokasi kegiatan. Bantuan tersebut menjadi bentuk partisipasi kelompok dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan upaya penanganan stunting.

Melalui inovasi pakan mandiri, perluasan akses pasar, dan pengembangan hilirisasi, sektor perikanan budidaya di Lampung diharapkan semakin berkembang menjadi penggerak ekonomi desa. Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pembudidaya, memperluas peluang usaha, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (*)

Berita Terkait

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa
KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran
Komisi V DPRD Lampung Dorong Direktur Baru RSUDAM Lanjutkan Program Pendahulu
Razia Kendaraan di Lampung Sasar Kelengkapan STNK dan Pajak
Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Bahaya Liquid Vape ke Sekolah Mulai 21 Oktober
Gubernur Lampung Instruksikan Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi
Jihan Nurlela Perkuat Penanganan Karhutla TNWK, 350 Personel Gabungan Dikerahkan
HUT ke-18 PIRA Lampung, Salurkan 100 Paket Sembako dan Tebar Benih Ikan di Pesawaran

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Senin, 28 September 2026 - 15:31 WIB

Tim Domino PWI Lampung Juara Turnamen 101 Piala Panglima TNI

Berita Terbaru

Pringsewu

Wabup Pringsewu Imbau Orangtua Hargai Proses Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 20 Okt 2026 - 19:13 WIB