Abu Vulkanik Anak Krakatau Berpotensi Meluas, Komisi II DPRD Lampung Minta Mitigasi Diperkuat

Tauriq Attala Gibran

Senin, 7 September 2026 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali menjadi perhatian menyusul potensi sebaran abu vulkanik yang dapat berdampak terhadap sejumlah wilayah di Lampung.

Lampung (Netizenku.com): Kondisi tersebut mendapat perhatian Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Imelda, SH, yang meminta pemerintah daerah memperkuat langkah mitigasi dan memastikan informasi mengenai perkembangan aktivitas GAK disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Imelda yang merupakan anggota DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV meliputi Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Barat, menilai abu vulkanik tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Sebaran abu berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, kualitas udara, kesehatan, hingga sektor pertanian apabila paparan berlangsung dan material vulkanik menumpuk di tanaman maupun lahan.

Baca Juga  Putra Jaya Umar Dorong Gerakan Bersama Berantas Narkoba, Judol dan Pinjol di Lampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan benar. Jangan sampai warga justru panik karena informasi yang simpang siur,” ujar Imelda, Senin (7/9/2026).

Ia mendorong perangkat daerah terkait bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kabupaten, pemerintah pekon/desa, serta aparat di lapangan memperkuat sistem peringatan dini.

Menurutnya, masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak juga perlu mendapatkan edukasi mengenai langkah yang harus dilakukan ketika abu vulkanik mulai turun.

Selain menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel abu, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika konsentrasi abu meningkat. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan, juga perlu mendapat perhatian lebih.

Baca Juga  Angkasa Pura Indonesia Siap Dukung HPN dan Porwanas 2027 di Lampung

Di sisi lain, Imelda menilai mitigasi tidak cukup hanya berfokus pada aspek kesehatan. Pemerintah juga perlu mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap sektor pertanian, peternakan, transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau abu sampai masuk ke wilayah pertanian, harus ada langkah penanganan. Petani perlu mendapat informasi bagaimana melindungi tanaman dan ternaknya. Jangan sampai persoalan vulkanik kemudian berkembang menjadi persoalan ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kata dia, harus disampaikan secara terpadu agar pemerintah daerah memiliki dasar yang sama dalam mengambil keputusan dan masyarakat tidak menerima informasi yang berbeda-beda.

Baca Juga  Gubernur Mirza Dorong BAZNAS Perkuat Peran Zakat untuk Entaskan Kemiskinan

Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan kebutuhan dasar mitigasi, termasuk masker dan perlengkapan pendukung lainnya, terutama untuk wilayah yang berpotensi terdampak.

“Mitigasi itu harus disiapkan sebelum kondisi memburuk. Pemerintah harus hadir bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi sejak potensi risikonya terdeteksi,” tegasnya.

Imelda juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti arahan resmi pemerintah dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurutnya, kewaspadaan perlu dibangun secara bersama agar potensi dampak abu vulkanik dapat ditekan.

“Intinya jangan panik, tetapi juga jangan lengah. Pemerintah harus siap, masyarakat harus tahu apa yang dilakukan, dan koordinasi harus berjalan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi
Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung
Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun
Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan
Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah
Gubernur Lampung Pimpin Upacara Hari Santri Nasional 2026, Salurkan Bantuan untuk Pesantren
Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen
Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Yusnadi Minta KNKT Investigasi Menyeluruh Insiden KMP Batumandi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Hadiri Wisuda ke-76 UBL, Gubernur Mirza Titip Pesan Kepada 539 Lulusan untuk Bangun Lampung

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Jihan Nurlela Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp53,15 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Pemprov Lampung Arahkan APBD 2027 untuk Hilirisasi dan Pemerataan Pembangunan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Gubernur Lampung Dorong Hilirisasi Pertanian Berbasis Desa, Bed Dryer Hasilkan Nilai Tambah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Gubernur Lampung Apresiasi Pakan Ikan Mandiri, Biaya Produksi Turun 50 Persen

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Gubernur Mirza Ajak LPM Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

KMP Batumandi Terbakar, Aprozi Alam Desak Kemenhub Evaluasi Total Keselamatan Pelayaran

Berita Terbaru