Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyambut alokasi anggaran Rp5 miliar dari pemerintah pusat untuk menyusun masterplan penanganan banjir. Menurutnya, langkah tersebut menjadi awal penyelesaian banjir secara lebih terarah dan berkelanjutan.
(Netizenku.com): Eva mengatakan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menunjukkan keseriusan pemerintah pusat membantu daerah yang selama ini menghadapi persoalan banjir.
“Ini adalah rezeki bagi Bandar Lampung. Kami sangat mengapresiasi kebijakan dari Kementerian PUPR, terutama dengan adanya alokasi anggaran sebesar Rp5 miliar untuk masterplan penanganan banjir. Ini adalah langkah konkret untuk mewujudkan solusi banjir yang berkelanjutan,” kata Eva Dwiana usai rapat paripurna DPRD Kota Bandar Lampung, Senin (4/5/2026).
Harap Sinergi Terus Berlanjut
Eva menuturkan penyusunan masterplan merupakan tindak lanjut perhatian pemerintah pusat terhadap daerah yang rawan bencana. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penanganan banjir berjalan lebih efektif.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas perhatian besar terhadap Bandar Lampung. Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut, agar solusi banjir yang tepat sasaran bisa segera terwujud demi kenyamanan dan keselamatan warga,” ujarnya.
Masterplan Jadi Acuan Penanganan
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Mochammad Dian Almaruf, memastikan anggaran penyusunan masterplan telah disiapkan. Dokumen tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026.
“Anggarannya kita siapkan tahun 2026. Targetnya, pada Desember 2026 masterplan ini sudah rampung,” kata Dian.
Menurut Dian, masterplan akan memetakan wilayah rawan banjir sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di setiap lokasi, mulai dari pembebasan lahan, peninggian tanggul, hingga pembangunan polder.
“Dari masterplan itu kita akan tahu secara pasti daerah mana yang perlu dibebaskan lahannya, mana yang perlu ditinggikan tanggulnya, atau dibuatkan polder. Jadi semuanya berbasis data,” tegasnya.(*)








