Sidang Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandar Lampung ke-344 menjadi sorotan publik. Sayangnya, perhatian bukan tertuju pada agenda sakral tahunan tersebut, melainkan pada ulah tak terpuji salah satu wakil rakyat.
Bandar Lampung (Netizenku.com): Sikap oknum anggota dewan ini dinilai mencederai wibawa forum resmi yang terhormat tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung di ruang sidang pada Rabu, 17 Juni 2026, suasana khidmat mendadak terusik. Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Golkar, Indera Feriza, terciduk sedang asyik tidur atau molor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ironisnya, momen memalukan itu terjadi saat agenda rapat paripurna sudah berjalan dan sambutan dari Gubernur Provinsi lampung tengah disampaikan di hadapan forum.
Aksi molor anggota dewan ini sangat disayangkan. Sebab, Sidang Paripurna HUT Kota Bandar Lampung ke-344 merupakan agenda resmi yang sarat makna historis. Acara ini juga menjadi simbol komitmen pelayanan publik kepada masyarakat.
Sidang terhormat ini dihadiri langsung oleh Kepala daerah Kota Bandar Lampung, Jajaran Forkopimda, Pejabat pemerintah kota, Para tamu undangan penting lainnya.
Alih-alih menunjukkan keteladanan sebagai wakil rakyat, Indera Feriza justru mencoreng citra lembaga legislatif. Momen ini langsung menyita perhatian ruang sidang. Beberapa peserta terlihat saling berbisik, sementara awak media langsung mengabadikan potret buram kedisiplinan tersebut.
Ada hal lain yang membuat publik miris. Hingga sidang paripurna berakhir, tidak tampak adanya teguran terbuka dari pimpinan sidang. Agenda tetap berjalan formal seolah tanpa cela. Padahal, insiden memalukan ini sudah terlanjur menjadi buah bibir di area sidang.
Peristiwa ini jelas menambah daftar panjang catatan kritis terhadap etika dan disiplin anggota DPRD Kota Bandar Lampung. Di tengah tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang profesional dan transparan, perilaku seperti ini dinilai memberikan contoh buruk.
Momentum HUT Kota Bandar Lampung ke-344 sejatinya menjadi ajang refleksi dan evaluasi bersama. Namun, kejadian ini justru memicu pertanyaan besar di masyarakat,
Sejauh mana keseriusan para wakil rakyat dalam menghargai forum resmi dan menjaga amanah rakyat?. (*)








