Anggota Komisi V DPRD Lampung, Deni Ribowo, merespons viralnya video konten kreator lokal Oniparawijaya yang menyoroti kerusakan parah jalan di Desa Tanjung Ratu, Kabupaten Way Kanan.
Lampung (Netizenku.com): Video bernuansa parodi dan sarkasme itu menggambarkan ruas jalan desa yang berubah menjadi kubangan lumpur dan disindir sebagai “objek wisata air gratis”.
Aksi warga menanam pohon pisang di tengah badan jalan menjadi simbol protes atas kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Deni mengakui, sejumlah titik jalan di wilayah tersebut memang telah lama dikeluhkan masyarakat. Ia menyebut sebelumnya belum sempat meninjau langsung ke lokasi.
“Memang ada beberapa titik jalan yang menjadi keluhan masyarakat. Beberapa waktu lalu saya belum sempat turun langsung ke lokasi,” kata Deni, Selasa (6/1/2026).
Ia memastikan telah melakukan kunjungan lapangan bersama Kepala UPT Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung untuk melihat langsung kondisi jalan yang dikeluhkan warga dan para pelajar.
Berdasarkan hasil peninjauan, Deni meminta Dinas BMBK segera melakukan penanganan sementara agar mobilitas warga tidak terus terganggu.
“Saya minta segera dilakukan penanganan awal. Anggaran 2026 memang sudah diketuk palu, sehingga akan kita perjuangkan melalui APBD Perubahan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, penanganan akan dilakukan melalui pengerasan jalan. Selain itu, dua gorong-gorong di lokasi yang dilaporkan ambruk juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan.
“Bukan hanya jalan, ada dua gorong-gorongy ang rusak dan akan segera diperhatikan,” kata dia.
Deni juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dan pemerintah kampung yang telah menyampaikan aspirasi hingga persoalan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah. (*)








