Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Lampung memperkirakan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mencapai jutaan orang. Meski data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) belum dirilis, namun informasi di lapangan menunjukkan tren kunjungan yang positif.
Lampung (Netizenku.com): Kepala Disparekraf Provinsi Lampung, Bobby Irawan, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu publikasi data BPS, termasuk data kunjungan wisatawan bulan November yang belum diumumkan.
“Data resmi dari BPS masih kita tunggu. Namun dari laporan kabupaten/kota serta pengelola destinasi, tingkat kunjungan cukup tinggi. Hotel dan restoran ramai pengunjung,” ujar Bobby saat di wawancarai Selasa (6/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebutkan, pemerintah pusat memperkirakan sekitar 2,35 juta orang melakukan perjalanan wisata ke Lampung selama periode Nataru. Dengan capaian tersebut, Lampung masuk dalam 10 besar destinasi wisata paling diminati secara nasional.
“Untuk wilayah Sumatera, kunjungan wisatawan tertinggi berada di Sumatera Utara dan Lampung. Ini tentu menjadi capaian yang membanggakan,” jelasnya.
Sementara itu, Disparekraf Lampung sebelumnya memperkirakan jumlah wisatawan berada di kisaran 1,5 hingga 2 juta orang. Angka tersebut dinilai tidak jauh berbeda dengan estimasi pemerintah pusat.
Bobby menegaskan, peningkatan kunjungan wisatawan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pariwisata, khususnya pada aspek pelayanan dan sumber daya manusia.
“Pariwisata berkualitas itu bertumpu pada pelayanan. Hospitality menjadi kunci utama, selain dukungan infrastruktur dasar seperti aksesibilitas, transportasi, dan komunikasi,” tegasnya.
Ia berharap seluruh pelaku pariwisata di Lampung mampu menjaga keramahan dan kenyamanan wisatawan agar sektor pariwisata dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Keamanan dan kenyamanan wisatawan harus terus kita jaga, agar mereka mau datang kembali ke Lampung,” pungkasnya. (*)








