Pemerintah Provinsi Lampung terus memantapkan langkah menuju swasembada pangan melalui rapat koordinasi percepatan pembangunan pertanian yang dipimpin Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Ruang Sungkai Balai Keratun, Kamis (11/9/2025).
Bandarlampung (Netizenku.com): Rakor tersebut membahas strategi peningkatan produksi, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan petani.
“Lampung selama ratusan tahun tumbuh karena ditopang sektor pertanian. Hampir 2 juta keluarga di Lampung mayoritas bekerja sebagai petani, dan 6 juta penduduk hidup dari komoditas pertanian,” ujar Mirzani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyoroti harga singkong di Provinsi Lampung yang belum stabil, meski Kementerian Pertanian telah menetapkan harga dasar Rp1.350 per kilogram dengan potongan 15 persen.
Gubernur mengimbau petani singkong untuk beralih menanam komoditas lain seperti jagung dan padi sebagai bagian dari program ketahanan pangan nasional.
“Pemerintah pusat sudah menetapkan jagung dan padi sebagai komoditas strategis, dilarang diimpor, dan menjadi perhatian nasional,” tegasnya.
Diketahui, sejak awal tahun harga tepung tapioka di Indonesia terus menurun. Dari sebelumnya Rp8.000 per kilogram, turun menjadi Rp6.000, dan kini menyentuh Rp4.500. Penurunan harga ini dipicu masuknya tepung tapioka impor serta ketidakseragaman penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) secara nasional. (*)








