Lampung Jangan Cuma Jadi Penonton

Ilwadi Perkasa

Minggu, 4 Mei 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

M Yusuf Kohar

M Yusuf Kohar

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi besar “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”. Visi besar ini sepatutnya tidak lagi di isi oleh pemaparan basi dan klasik terus berulang. Visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas harus mampu memberi arah yang jelas, yakni menjadikan Lampung sebagai salah satu pusat pertumbuhan di kawasan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Jangan sampai Lampung cuma jadi penonton!

Bandarlampung (Netizenku.com): Ceruk bisnis di kawasan Sumbagsel diperkirakan akan menjadi pusat bisnis terbesar di Indonesia, selain kawasan lain yang lebih dulu ada.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Provinsi Lampung, M Yusuf Kohar dalam sebuah diskusi di kediamannya, Minggu, 4 Mei 2025.

“Kawasan Sumbagsel akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa, dan Lampung paling berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan ini,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kohar yang juga alumni Lemhanas mengungkapkan kolaborasi semua provinsi di kawasan ini dapat menciptakan sebuah kawasan terkemuka di Indonesia.

“Lampung harus memulainya, dan mengajak pemerintah provinsi di kawasan ini untuk berkolaborasi. Esensi visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, ya saya kira begitu,” tegasnya.

Baca Juga  Pemprov Lampung Dorong Persaingan Usaha Sehat untuk Perkuat Investasi dan Hilirisasi

Kawasan ini, jelasnya, memiliki banyak keunggulan, baik alam dan kemantapan infrastruktur yang memadai.

Ia menyebutkan kawasan ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perdagangan yang dipastikan akan menjadi tumpuan ekonomi di masa depan.

Kawasan ini memiliki, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, selain Bandara Radin Inten II Lampung, meski status keinternasionalannya masih dipertanyakan.

Kawasan ini juga memiliki jalan tol yang (hampir) terkoneksi, menjangkau semua provinsi.

Sumatera Selatan dan Lampung dikenal sebagai pusat penghasil padi, jagung, singkong, karet, sawit dan kopi, dan rempah. Potensi yang sama juga dimikili Bengkulu dan Bangka Belitung.

Semua potensi itu seharusnya banyak memberikan keuntungan bagi Provinsi Lampung dengan adanya infrastruktur Pelabuhan Panjang yang sampai saat ini telah menjadi pintu ekspor semua komoditi unggulan di kawasan ini.

Menurut Kohar, dengan keberadaan Pelabuhan Panjang, Lampung berpotensi menjadi pusat perdagangan internasional.

“Di kawasan ini ada semuanya. Pertanian hebat. Peternakan juga begitu. Dan Bengkulu bisa menjadi pelabuhan perdagangan perikanan internasional seperti yang sudah direncanakan,” jelasnya.

Baca Juga  Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan PPID dan Pemanfaatan Media Sosial untuk Keterbukaan Informasi

Provinsi Lampung juga berpeluang menjadi pemasok utama berbagai kebutuhan untuk masyarakat Jakarta dan Bangka Belitung.

“Bila perdagangan antar wilayah di kawasan ini terintegrasi dengah baik maka bisa menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Gubernur  Ingin Program yang Berdampak

Pemerintah Provinsi Lampung tetap menunjukkan komitmennya dalam perencanaan pembangunan yang terarah dan strategis dengan menggelar Rapat Pelaksanaan Desk Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah Tahun 2025-2029. Rapat lanjutan ini diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Jumat (02/05/2025).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya yang dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, pada tanggal 24 April 2025.

Dalam arahannya saat itu, Gubernur Mirza menekankan pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyelaraskan program kerja mereka dengan visi besar “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”.

Pelaksanaan Desk Renstra kali ini bertujuan untuk mematangkan dan memfinalisasi dokumen perencanaan strategis masing-masing OPD untuk lima tahun ke depan. Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap rencana yang disusun tidak hanya sejalan dengan visi kepemimpinan saat ini, tetapi juga realistis, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Baca Juga  Dugaan Pengeroyokan dan Pembakaran Motor di Lampung Tengah Dilaporkan ke Polda Lampung

Sebagaimana ditegaskan Gubernur Mirza pada pertemuan sebelumnya, penyusunan Renstra ini menuntut adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Kita tidak ingin hanya membuat program tanpa dampak. Pembangunan harus fokus dan konsisten,” ujar Gubernur Mirza dalam arahannya (24/04/2025).

Rapat Desk Renstra ini menjadi wadah bagi setiap OPD untuk memaparkan secara rinci rancangan program dan kegiatan strategisnya, serta memastikan kesesuaiannya dengan target pembangunan daerah (RPJMD) dan prioritas nasional.

“Yang terpenting, rencana strategis ini harus bisa disinergikan dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

Melalui proses Desk Renstra yang cermat dan kolaboratif ini, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya menghasilkan dokumen Renstra Perangkat Daerah 2025-2029 yang berkualitas dan implementatif. Dokumen ini akan menjadi pedoman kerja OPD dalam lima tahun mendatang, sekaligus menjadi fondasi penting dalam upaya mewujudkan Lampung yang maju dan berkontribusi aktif menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Berita Terkait

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cuaca Panas dan Angin Kencang, Eva Dwiana Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung
Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut
Mantan Ketua KI Lampung Juniardi Daftar Calon Komisioner Periode 2026–2029
Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba
Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus
Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Andhika Wibawa Dukung Standar Akademik untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Pendaftaran Ditutup, Wirahadikusumah dan Adi Kurniawan Jadi Pendaftar Tunggal Ketua PWI Lampung

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Karhutla TNWK Mulai Mereda, Asap Masih Tersisa di Lahan Gambut

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Andika Wibawa Dukung Larangan Vape di Sekolah, Waspadai Penyalahgunaan Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Mikdar Ilyas Sebut Harga Singkong Rp3.150 per Kg Hasil Perjuangan Pansus

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Wamenaker Ajak JARNAS.INDO Perkuat Sinergi Pembangunan Ketenagakerjaan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Demokrat Lampung Siapkan Muscab, Edy Irawan Bidik Kursi Pimpinan DPRD

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gubernur Lampung Fokus Tangani Karhutla TNWK, Lima Hektare Dipadamkan per Hari

Berita Terbaru