Liwa (Netizenku.com): Keluhan tentang anjloknya harga sayur mayur hasil petani Lampung Barat yang sedang panen raya, mendapat perhatian dari Lesty Putri Utami. Sehingga Sekretaris Komisi II DPRD Lampung tersebut turun langsung ke lapangan.
Lesty yang merupakan putri sulung Mukhlis Basri, saat ditemui di lahan pertanian milik Nurwanto warga Pekon Sebarus Balikbukit, merasa prihatin dengan persoalan yang selalu dialami petani Lampung Barat, setiap panen raya.
“Kita selalu mendengar petani di Lampung Barat, tidak memanen bahkan membuang, seperti sepekan terakhir, tomat dibuang oleh pengepul karena harga rendah bahkan tidak laku, petani juga tidak memanen, karena harga hanya Rp800/Kg, karena kalau dipanen akan menambah kerugian,” kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Lesty yang merupakan politisi muda PDI Perjuangan, Pemkab Lampung Barat dalam hal ini dinas terkait, harus mencari solusi bagaimana menyelamatkan petani saat panen raya, seperti membuat turunan tomat yang dapat dijadikan saos dan dodol.
“Kita sudah paham tentang hukum pasar, kalau hasil panen melimpah harga akan turun, apalagi daya beli masyarakat rendah, makanya pemerintah harus mencarikan solusi terbaik, sehingga dibutuhkan sinergitas antara Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura dengan Dinas Koperindag, BUM Pekon, KWT dengan membuat produk turunan, serta organisasi seperti Korpri yang dapat membantu penjualan,” katanya.
Lesty juga berjanji akan mencari solusi untuk permasalahan permanen yang selalu dialami petani Lampung Barat saat panen, seperti pengadaan alat multi guna yang dapat digunakan oleh warga dalam pembuatan dodol dan tomat.
“Lampung Barat merupakan tanah kelahiran keluarga besar saya, maka saya akan berjuang keras untuk mencarikan solusi, salah satunya seperti memenuhi harapan Pak Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura yang mengharapkan bantuan alat multi,” tandas Lesty. (Iwan/Leni)








