Liwa (Netizenku.com): Setelah divonis bebas murni oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan DKI Jakarta, Ketua Badan Perwakilan Anggota Asuransi Jiwa Bersama (BPA AJB) Bumiputera 1912, Nurhasanah akan menuntut balik pihak pelapor atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Setelah mendapat salinan putusan bahwa klien kami divonis bebas oleh mejelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kami akan mengajukan gugatan ganti rugi terhadap OJK sebagai pihak pelapor,” kata penasehat hukum Nurhasanah, Zul Armain Aziz, MH, yang didampingi Wiwik Handayani usai menghadiri sidang, Senin (24/1).
Sementara Nurhasanah yang juga anggota DPRD Lampung, yang merasa terdzolimi atas kasus tersebut, menyampaikan rasa syukur dengan haru, setelah mendengar putusan majelis hakim bahwa dirinya bebas murni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, hari ini setelah melewati beberapa kali persidangan, majelis hakim memutuskan saya bebas murni, majelis hakim memberikan keadilan dan terimakasih atas doa dari kawan-kawan semuanya. Karena atas peristiwa ini saya merasa didzolimi, maka kami akan menutut ganti rugi,” kata Nurhasanah.
Diketahui, Nurhasanah didakwa melanggar Pasal 9 huruf d UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK. Bahwa selaku BPA AJB Bumiputera 1012 telah dengan sengaja mengabaikan, tidak memenuhi, atau menghambat pelaksanaan kewenangan OJK.
Karena, perintah OJK sebagaimana tertuang dalam surat Nomor : S-13/D.05 /2020 tanggal 16 April 2020 yang pada pokoknya meminta ketua dan anggota BPA untuk melaksanakan penyelesaian masalah kerugian yang dialami AJB Bumiputera.
Sehingga mengakibatkan AJB Bumiputera semakin tidak memiliki kemampuan untuk membayar klaim nasabah dan dengan tunggakan pembayaran klaim nasabah mencapai sekitar Rp7 Triliun. Di mana kesemua dakwaan tersebut diputuskan hakim tidak terbukti.
Sehingga AJB Bumiputera semakin tidak memiliki kemampuan untuk membayar klaim nasabah dan dengan tunggakan pembayaran klaim nasabah mencapai sekitar Rp 7 Triliun.
Sehingga pada persidangan Kamis 25 November 2021 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan DKI Jakarta, Nurhasanah dituntut hukuman tiga tahun penjara oleh jaksa. (Iwan/len)








