Liwa (Netizenku.com): Pembangunan jalan penghubung Pekon Sukabanjar-Pekon Sukamulya, Kecamatan Lumbok Seminung Lampung Barat sepanjang 7,8 kilometer, tidak dapat diselesaikan satu tahun anggaran akibat Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Bupati Parosil Mabsus, pada peresmian jalan yang sudah diharapkan masyarakat setempat bertahun-tahun, tetapi tidak dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran, selain karena Covid-19, juga jalan ini terpanjang yang dibangun di era kepemimpinannya. Walaupun demikian kata dia penanganan jalan tersebut akan tuntas pada TA 2022.
“Memasuki tahun ke lima kepemimpinan saya dengan pak wakil bupati (Mad Hasnurin,red) yang memasuki tahun ke lima akan menuntaskan pembangunan jalan Sukabanjar-Sukamulya, yang saya resmikan hari ini sepanjang 5,3 kilometer, sisanya sepanjang 2,5 kilometer akan dituntaskan pada TA 2022,” kata Parosil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peresmian yang dipusatkan di Pantai Asmara Danau Ranau, menurut Parosil, pembangunan jalan tersebut menelan biaya mencapai Rp23,3 miliar, dengan rincian tahap pertama dengan panjang 5,3 kilometer dianggarkan Rp15,3 miliar sementara untuk 2,5 kilometer yang dianggarkan pada APBD TA 2022 sebesar Rp8 miliar.
“Pembangunan jalan ini menelan biaya yang sangat besar, untuk itu diperlukan peran masyarakat dalam menjaga dan merawat hasil pembangunan, karena dengan demikian masyarakat telah berperan aktif bersama pemerintah dalam memajukan kabupaten Lampung Barat,” kata dia.
Diharapkan kata Parosil, dengan baiknya infrastruktur jalan, akan meningkatkan roda perekonomian masyarakat, karena dengan jalan yang mulus, akan mempermudah dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam distribusi hasil pertanian dan perikanan.
“Pembangunan infrastruktur jalan merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, karena dengan jalan yang baik akan mempermudah aktivitas dan mempercepat akses, terutama bagi masyarakat dalam melakukan distribusi hasil pertanian dan perikanan,” tandas Parosil. (Iwan/len)








