Jembatan Timbang di Pelabuhan Panjang Rusak

Redaksi

Rabu, 4 September 2019 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ist.

Foto Ist.

Bandarlampung (Netizenku.com): Jembatan timbang yang berada di Dermaga Pelabuhan Indonesia (Pelindo) berhenti beroperasi. Hal itu lantaran jembatan yang merupakan alat timbang kendaraan darat itu rusak dan tidak dapat digunakan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandarlampung, Ahmad Husna, memberi keterangan bahwa jembatan tersebut telah mengalami kerusakan berat sejak beberapa bulan silam.

\”Kondisinya emang rusak berat jadi tidak bisa beroperasi karena tidak bisa menimbang kendaraan,\” ujar Husna.

Baca Juga  3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kerusakan tersebut dipicu dengan teknis pemakaian,\”kalau perangkat nya memang kuat, tapi dalam pelaksanaan teknisnya, cara supir ngerem dan juga cara menaiki jembatan timbang itu beda kendaraan, beda supir, beda cara naiknya,\” jelasnya.

Hanya saja, semenjak terhentinya pengoperasian tersebut, Pelindo tidak menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) beberapa pekan ke pemerintah setempat. Sementara, diperkirakan kerugian atau turunnya PAD yang didapat mencapai lebih dari Rp100 juta rupiah.

Baca Juga  Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas

\”Memang jembatan timbang ini mulai beberapa bulan yang lalu sudah tidak beroperasi lagi, dan tidak menyetorkan PAD lagi diperkirakan dari awal tahun 2019. Ada data nya dikantor tapi realnya lupa, ya kalau diatas 100 juta ada,\” imbuhnya.

Husna mengungkapkan, guna penangan dini pihaknya akan melakukan peninjauan kembali ke dermaga tersebut dalam waktu dekat.

Baca Juga  Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung

\”Nanti kita liat ya karena kondisinya secara ekonomis berapa sih PAD yang akan masuk kita hitung, jadi jangan sampai besar biaya pemeliharaan daripada PAD nya, itukan merugikan daerah,\” tutup Husna. (Adi)

Berita Terkait

Solusi Banjir Kota Bandar Lampung, Forum DAS Siapkan 1.500 Titik Prioritas
Smart BRT Itera, Model Transportasi Masa Depan Lampung
Baru 50 Persen SPPG di Bandar Lampung Kantongi SLHS
3 Konstituen Dewan Pers di Lampung Bentuk Sekretariat Bersama
Pompa Air di Perum Bukit Beringin Raya Rusak, Kadis Perkim Minta PT Sinar Waluyo Tanggung Jawab
Kwarda Lampung Sambut Pembentukan Racana UIM
Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG
Yuliana Safitri, Kontraktor Perempuan Lampung yang Kini Menjalani Penahanan, Tetap Teguh Menghadapi Proses Hukum

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:02 WIB

BBM Non-Subsidi Naik, DPRD Lampung Ingatkan Efek Domino ke UMKM dan Daya Beli

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

APBD Seret Bukan Alasan! Warga Linggapura Nekat Bangun Jalan Sendiri

Senin, 15 Juni 2026 - 12:47 WIB

Demo Mahasiswa di Pemprov Lampung Memanas, Massa Desak Masuk Halaman Kantor

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:08 WIB

Menuju Pesantren Ramah Anak, PKB Lampung Gagas Sistem Perlindungan Santri

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:03 WIB

Ketok Palu! DPRD Targetkan 16 Raperda Prioritas dalam Propemperda Lampung 2026

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:47 WIB

Lampung Raih WTP ke-12 Berturut-turut

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:22 WIB

PKB Lampung Panaskan Mesin Politik, DPP Resmi Tetapkan 15 Ketua DPC Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:47 WIB

Edukasi Siswa Makassar, Elnusa Petrofin Sosialisasikan Bahaya Blind Spot Mobil Tangki

Berita Terbaru

Pringsewu

Bupati Canangkan Zona Integritas di RSUD Pringsewu

Senin, 15 Jun 2026 - 23:39 WIB

Pringsewu

Sekda Pringsewu Ingatkan ASN Taat Bayar Pajak Kendaraan

Senin, 15 Jun 2026 - 23:36 WIB