Bandarlampung (Netizenku.com): Dinas Pangan Kota Bandarlampung, I Kadek Sumarta, mengatakan 32 kelurahan dari 126 kelurahan mengalami kerentanan pangan. Hal tersebut diungkapkannya melalui catatan hasil analisis ketahanan dan kerentanan pangan atau food security and vulnerability atlas (FSVA) tahun 2022.
“Ini hasil analisis FSVA tahun 2022 untuk katagori prioritas 1 ada di 11 kelurahan, prioritas 2 di 17 kelurahan dan prioritas 3 terdapat di 4 kelurahan dari 20 kecamatan yang ada. Sedangkan kelurahan yang masuk kategori prioritas satu atau rentan pangan berada Kecamatan Telukbetung Barat, Panjang, Kemiling dan Sukabumi,” ujarnya saat diwawancarai di Kantor Dinas Pangan Bandarlampung, Rabu (4/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menerangkan dalam menentukan wilayah yang termaksud ke dalam rentan pangan itu menggunakan beragam indikator seperti akses jalan, persediaan tempat belanja, akses air bersih, kesehatan, dan ekonomi.
“Jadi rentan pangan itu bukan berarti kesulitan makan, akan tetapi banyak indikator yang digunakan baik akses jalan untuk membeli makanan, lokasi pelayanan kesehatan, akses mendapatkan air bersih maupun faktor ekonomi. Jadi banyak indikatornya,” lanjutnya.
Diterangkannya juga, melalui hasil FSVA menunjukkan terjadi kenaikan jumlah wilayah rentan pangan pada tahun 2022, sebelumnya pada tahun 2021 hanya 14 kelurahan dari 11 kecamatan yang masuk peta kerentanan pangan.
I Kadek Sumarta, menambahkan melalui hasil analisis FSVA pihaknya akan melakukan pembenahan terhadap wilayah yang termaksud rentan pangan.
“Kami akan membuat program seperti peningkatan SDM, melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat, mengupayakan penyediaan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan perekonomian pada wilayah itu. Selain itu peningkatan akses air bersih, peningkatan pelayanan kesehatan turut menjadi fokus kami,” pungkasnya. (Luki)








