Unggas Mati Mendadak, Distanak Sebut Bukan Virus Flu Burung

Redaksi

Senin, 2 Maret 2020 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Korban wabah diduga virus flu burung yang menyerang hewan ternak jenis unggas milik warga Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran dari hari ke hari terus bertambah. Meskipun Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) setempat, mengaku sudah memberi tindakan dengan turun langsung ke lokasi adanya wabah yang diduga flu burung tersebut.

Bahkan dari hasil Turlap ini Distanak sudah menyimpulkan bahwa wabah yang telah merenggut puluhan nyawa hewan unggas seperti ayam, bebek dan entok ini bukan virus flu burung melainkan penyakit bakterial (Coryza).

Baca Juga  Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

\”Tekait wabah ini sudah terpantau, petugas Puskeswan langsung melakukan surveilans, setelah mendapatkan laporan langsung dari beberapa warga desa Purworejo yang datang ke puskeswan,\” ujar Kadistanak Pesawaran, Anca, melalui pesan Whats Appnya, Senin (2/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari tindak lanjut survey Distanak tersebut, kata Anca yang mesti dilakukan masyarakat adalah, untuk sementara mengurung atau mengandangkan unggasnya, dan memisahkan unggas yang sehat dengan yang sakit, mengimbau untuk selalu mencuci tangan setelah memegang unggas yang sakit atau mati, tidak memotong dan mengonsumsi unggas yang sakit serta membakar dan mengubur unggas yang mati.

Baca Juga  Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

\”Mengenai virus ini, kita juga sudah membagikan desinfektan untuk disemprotkan ke kandang ayam dan lingkungannya, kita juga telah melakukan sosialisasi mengenai penyakit menular pada unggas dan cara pencegahannya dan tata cara beternak unggas yang benar serta berkoordinasi dengan aparat desa dalam hal kewaspadaan terhadap kemungkinan kembali mewabahnya penyakit AI ke depan, mengingat kejadian wabah AI sering terjadi di saat musim hujan dan pancaroba, kita juga melakukan monitoring selama 14 hari ke depan,\” jelas Anca.

Baca Juga  Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM

Sementara itu, Sugiman warga Desa Roworejo membantah bahwa Distanak telah turun ke lokasi adanya hewan unggas yang mati mendadak tersebut.

\”Sampai hari ini belum ada mas, yang turun ke lokasi, mereka itu turun bukan di komplek kami mas, Kalau ke Roworejo komplek tahuan, masyarakat sudah tahu semua mas. Jadi ngga tau itu yang dikunjungi wilayah mana, ini saja saya masih di tempat Pak Wajio yang ayamnya sudah terkapar semua,\” keluhnya. (Soheh)

Berita Terkait

Berkah Ramadan, NasDem Pesawaran Bagikan 1.000 Takjil
Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM
Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program
Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I
Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung
PPL bersama Petani Desa Bernung Rayakan Swasembada Pangan
DPRD Pesawaran Pertanyakan Kejelasan Status KMP
DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:26 WIB

Pemprov Lampung Siap Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Lampung Barat

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:58 WIB

Pemprov Lampung Imbau Warga Cek Izin Edar dan Kedaluwarsa Pangan

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:54 WIB

Lampung Targetkan Energi Hijau dari Bendungan dan PLTS

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:25 WIB

Pemprov Lampung Tetapkan Dewan Pendidikan 2025–2030

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:13 WIB

Pemprov Lampung Gelar Pasar Murah Ramadan di Pringsewu

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:01 WIB

Mirzani dan Forkopimda Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Lampung

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pemprov Lampung Salurkan Ratusan Paket Sembako di Bulan Ramadan

Minggu, 8 Maret 2026 - 12:16 WIB

Disnaker Lampung Siapkan Posko Aduan THR Pekerja

Berita Terbaru

Lampung

Lampung Targetkan Energi Hijau dari Bendungan dan PLTS

Minggu, 8 Mar 2026 - 13:54 WIB