oleh

Puluhan Unggas Mati Mendadak, Distanak Sebut Penularannya dari Luar Pesawaran

Pesawaran (Netizenku.com): Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran menyebut penyakit bakterial (coryza) yang sempat menyerang hewan ternak jenis unggas hingga mati secara mendadak didua desa yakni Desa Roworejo dan Purworejo Kecamatan Negeri Katon itu dipastikan penularannya dari unggas luar Kabupaten Pesawaran.

Penegasan ini diungkapkan Dedi, Kabid Peternakan Distanak Pesawaran saat dirinya bersama tim Puskeswan turun langsung ke lokasi terjangkitnya virus yang sempat mematikan hewan unggas di dua desa tersebut.

Baca Juga  Bupati Pesawaran Lampung Serahkan SK PNS 282 Orang

\”Kita sudah langsung turun ke lokasi, alhasil penyakit yang sempat mematikan puluhan unggas seperti ayam, bebek dan entok ini, bukan dari wilayah kita melainkan dari kabupaten sebelah, karena unggas-unggas itu mereka beli dari sana,\” ungkapnya Rabu (4/3).

Dalam hal ini pihaknya untuk memastikan penyakit apa yang telah menyerang puluhan unggas tersebut, sudah mengambil sample dari air liur unggas yang mati untuk dilakukan di uji lab.

Baca Juga  Pemkab Pesawaran Rangkul Polda Gelar Sosialisasi Dana Desa

\”Untuk sementara ayam yang mati itu bukan virus flu burung melainkan penyakit bakterial (coryza), tapi untuk memastikannya kita masih menunggu hasil uji labnya,\” jelasnya.

Lebih lanjut Dedi mengutarakan, untuk mencegah merebaknya penyakit tersebut, pihak Distanak selain telah memberikan vaksin kepada para pemilik hewan ternak, juga saat ini sedang melakukan sosialiasi tentang bagaimana cara pencegehan penularan penyakit tersebut.

Baca Juga  Disdukcapil Komit Kerja Optimal

\”Mengenai virus ini, kita juga sudah membagikan disinfektan untuk disemprotkan ke kandang ayam dan lingkungannya, kita juga telah melakukan sosialisasi mengenai penyakit menular pada unggas dan cara pencegahannya dan tata cara beternak unggas yang benar,\” pungkasnya. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *