Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat persiapan pengembangan kawasan industri, salah satunya Kawasan Industri Terpadu Katibung di Kabupaten Lampung Selatan yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada awal hingga pertengahan 2027.
Lampung (Netizenku.com): Percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Industri yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, di Ruang Pepadun, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (16/10/2026).
Pengembangan kawasan industri ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Lampung untuk mendorong investasi, memperkuat hilirisasi industri, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat tersebut dihadiri tim terpadu percepatan pengembangan kawasan industri, perangkat daerah terkait, dan mitra pengembang. Pembahasan meliputi kesiapan proyek, pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, serta pembagian tugas untuk mempercepat realisasi investasi.
Dalam arahannya, Marindo menegaskan pentingnya koordinasi dan pembagian peran yang jelas di antara seluruh anggota tim agar proses pengembangan kawasan industri berjalan efektif.
“Kita serius untuk menyelesaikan tugas-tugas yang telah diamanahkan oleh Pak Gubernur melalui SK percepatan pengembangan kawasan industri ini. Semua harus memahami tugasnya masing-masing. Ini tidak bisa berjalan parsial, tetapi harus bersama-sama,” ujarnya.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah Kawasan Industri Terpadu Katibung. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri hilir yang mengintegrasikan kilang minyak, pabrik bioetanol, terminal khusus, serta fasilitas penyimpanan energi.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah bersama pihak pengembang tengah menyelesaikan sejumlah persyaratan, di antaranya finalisasi studi kelayakan, perizinan lingkungan, dan perizinan lainnya.
Koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan kementerian terkait juga dilakukan untuk mengawal usulan pengembangan Kawasan Industri Terpadu Katibung agar masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.
Pengembangan kawasan ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor energi, tetapi juga membuka peluang hilirisasi komoditas unggulan Lampung. Rencana pembangunan pabrik bioetanol, misalnya, berpotensi menciptakan pasar bagi jagung hasil produksi petani lokal.
Selain itu, pengembangan kawasan industri diharapkan mendorong pertumbuhan industri turunan, menarik investasi baru, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Marindo meminta perkembangan persiapan proyek dilaporkan secara berkala agar setiap kendala dapat segera dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Ia juga mengarahkan agar materi promosi potensi kawasan industri dipersiapkan untuk dipresentasikan dalam Forum Investasi Lampung (FOILA) pada November 2026. Forum tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mempertemukan potensi investasi daerah dengan calon investor.
Selain Katibung, rapat turut membahas perkembangan kawasan industri lainnya di Lampung, termasuk kesiapan infrastruktur dasar dan tahapan pengembangan masing-masing kawasan. Pengembangannya perlu disesuaikan dengan potensi, tata ruang, dan karakteristik wilayah.
Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra strategis, Pemprov Lampung berupaya memastikan pengembangan kawasan industri berjalan terarah dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Langkah ini diharapkan mampu menarik investasi, memperkuat hilirisasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lampung. (*)








