oleh

Himpitan Ekonomi, Renggut Masa Kanak-kanak Nurul dan Bela

Pesawaran (Netizenku.com): Himpitan ekonomi harus merenggut masa kanak-kanak dua bocah di Pesawaran. Tidak seperti bocah seusianya, Nurul 9 tahun dan Bela 14 tahun, yang semestinya setelah pulang sekolah mereka asik bermain bersama teman-teman sebaya. Namun, tidak demikian dengan keduanya.

Dua anak perempuan tersebut diketahui bertetangga, warga Dusun Suka Maju Desa Waylayap Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran.

Setelah pulang sekolah kedua bocah ini justru sibuk mengais rejeki di perkantoran Pemkab Pesawaran dengan berjualan makanan ringan. Yang lebih mirisnya lagi dari hasil upah tidak seberapa nilainya yang diterima oleh kedua bocah ini, selain untuk tambahan uang jajan mereka juga menyisihkan untuk menebus buku LKS seharga Rp12 ribu di tempat Nurul bersekolah.

Baca Juga  Tak Jera, Ayah Susul Anak Masuk Penjara Karena Narkoba

\”Penghasilan kami berdua ini sehari cuma Rp3000, kami berjualan setelah pulang sekolah,\” cerita Bela dengan muka sendu, saat ditemui Netizenku.com disela-sela dirinya menjajakan dagangannya di aula perkantoran Pemkab Pesawaran, Rabu (12/2).

Bela menceritakan dirinya bersama Nurul ini, berjualan di lokasi komplek perkantoran Pemkab Pesawaran tersebut sudah berjalan selama tiga bulan, meskipun barang dagangan yang mereka jajakan ke para pegawai tersebut kadang laku kadang tidak.

Baca Juga  Dugaan Pencemaran Pabrik Minyak Pala, Dewan Ikut Turun Tangan

\”Ya kadang laku juga, kadang tidak, cuma ya kami ngga putus asa, kami terus menawarkan kepada siapa pun yang lewat di perkantoran ini,\” ucapnya.

Mereka menceritakan, jika dagangan mereka tersebut laku terjual, dari hasil upah yang didapat selain untuk tambahan uang jajan juga untuk membeli buku LKS di sekolah.

\”Niat saya untuk membantu meringankan beban orang tua yang kerjanya sehari-hari selaku buruh harian lepas, lumayan untuk tambah-tambah uang jajan dan bisa untuk beli buku LKS,\” ungkapnya.

Baca Juga  M Nasir Dukung Program BWI Pesawaran Berikan Wakaf Tunai

Lebih lanjut kedua bocah ini menceritakan, meskipun mencari rejeki di komplek perkantoran ini relatif sulit, namun terkadang ada juga yang baik hatinya, tidak membeli dagangan namun mereka memberi uang secara cuma-cuma.

\”Mungkin mereka kasihan melihat kami, tapi ada juga yang cuek,\” pungkasnya. (Soheh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *