Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, menyambut baik rencana pembangunan pabrik rokok merek HS di Lampung Timur oleh HM Suryo, pengusaha asal Yogyakarta yang juga merupakan putra daerah Lampung.
Lampung (Netizenku.com): Syukron menilai kehadiran pabrik tersebut menjadi kabar baik bagi daerah. Menurutnya, langkah HM Suryo merupakan contoh positif dari anak daerah yang sukses di perantauan dan memilih kembali ke tanah kelahiran untuk berkontribusi.
Pembangunan pabrik rokok itu tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini adalah kabar baik. Sebuah rencana bagus dari seorang anak daerah yang sukses di perantauan. Hendaknya hal seperti ini diikuti oleh perantau yang sukses lainnya, bahwa kita harus berkontribusi pada tanah kelahiran kita,” ujar Syukron saat di wawancarai, Jumat (23/1/2026).
Dalam hal ini, Syukron menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pendirian pabrik. Ia mengingatkan agar seluruh tahapan perizinan dan persyaratan hukum dipenuhi secara lengkap dan tidak ada prosedur yang terlewat atau diabaikan.
“Terkait pendirian pabrik, saya berharap owner rokok HS memenuhi segala SOP pendirian pabrik. Jangan sampai ada yang terlewati atau sengaja dilewati, agar tidak menjadi masalah di kemudian hari, baik masalah sosial maupun masalah hukum,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sejumlah SOP harus dipenuhi, terutama terkait kepastian lahan yang tidak rawan konflik serta kelengkapan seluruh perizinan sesuai ketentuan.
“Beberapa SOP yang dimaksud antara lain memastikan lahan pabrik tidak berada di wilayah rawan konflik serta seluruh perizinan diproses dan dipenuhi dengan baik, dan ketentuan lainnya,” jelasnya.
Syukron juga berharap perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal apabila pabrik telah resmi beroperasi. Menurutnya, kehadiran industri di Lampung harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
“Kemudian saya berharap jika pabrik jadi didirikan, upayakan tenaga kerja yang diserap nantinya adalah putra daerah. Agar owner tidak saja memiliki pabrik di Lampung, tapi masyarakat dan pemerintah juga merasakan kehadirannya di Lampung,” pungkasnya.
Ia menegaskan, kebanggaan tidak hanya terletak pada berdirinya pabrik rokok di Lampung, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat Lampung sebagai bagian dari tenaga kerja. (*)








