APD Langka, Tenaga Medis Takut Periksa ODP

Redaksi

Minggu, 5 April 2020 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Keseriusan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, dalam penanganan dan pencehagan virus Corona (Covid-19) masih diragukan. Pasalnya, lagi-lagi masalah kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis, hingga saat ini belum juga ada tersedia di masing-masing pusat pelayanan kesehatan, baik itu yang di Puskesmas rawat inap, Puskesmas pembantu, maupun di Puskesdes.

Hal tersebut berdampak pada ketakutannya para tenaga medis ketika hendak melayani pemeriksaan terhadap warga yang bersatus Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Seperti yang terjadi di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran, ada salah warga sebut saja Ot (21) dirinya diketahui saat ini sedang mengalami sakit batuk, dibarengi dengan sesak nafas dan lemas, sepulangnya dari perantauan Cibubur Jakarta sejak seminggu yang lalu, anak dari ibu Asas yang tinggal di Dusun I desa setempat ini belum mendapatkan pemeriksaan secara maksimal lantaran APD yang ada di Puskesmas setempat sangat minim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Anak saya ini sudah satu minggu ini sakit batuk, dibarengi sesak nafas dan juga badannya lemas, ini terjadi sudah satu minggu ini setelah dirinya pulang dari bekerja di Jakarta,\” kata Asas, orang tua Ot saat ditemui di rumahnya, Minggu (5/4).

Diceritakan Asas, semenjak sakit, anaknya tersebut belum pernah diperiksa oleh tim medis secara detail, baru sebatas pemberian obat saja.

\”Sebelumnya memang saya selaku orang tua sudah pernah lapor mengenai keadaan anak saya ini, baik itu ke desa maupun Puskesdes setempat, mereka hanya sebatas memberi obat serta melakukan pemeriksaan dan monitor via telpon tidak datang langsung ke rumah kami,\” ucapnya.

Diuatarakan ibu lima anak ini, anaknya yang saat ini sedang mengalami sakit ini memang memiliki riwayat penyakit batuk disertai sesak.

\”Anak saya ini di Jakarta kerjanya di ruangan ber AC dan dia itu tidak bisa kena hawa dingin, pasti penyakit lamanya kambuh. Memang, semenjak anak saya sakit ini, saya melarang tetangga untuk berkunjung ke rumah saya menjaga takutnya anak saya ini terkena virus yang sedang ramai dibicarakan saat ini,\” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir saat dirinya bersama warga Desa Lumbirejo, Negerikaton, melakukan baksos dengan melakukan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan sabun di desa setempat, sangat prihatin atas sikap pemerintah yang terlihat kurang serius dalam penanganan virus Covid-19 di wilayah Pesawaran.

\”Saya kira ini harus lebih ditingkatkan lagi kinerja dan koordinasinya, jadi kita tidak hanya menunggu, harus berani jemput bola, misalnya untuk APD dan termogun itu harus siap betul. Saya sudah katakan diskresi kita di anggaran apa yang dibutuhkan,\” tegasnya.

Nasir mencontohkan seperti yang terjadi saat ini ada seorang warga yang berstatus ODP mereka para tenaga medis terkesan enggan dan takut untuk melakukan pemeriksaan lantaran APD yang ada di Puksesmas tidak tersedia. Bahkan lantaran sakit yang diderita Ot itu, dirinya harus turun langsung untuk meminta tenaga medis supaya dapat memeriksa yang bersangkutan.

\”Suhu tubuhnya saja tadi setelah diperiksa itu 38,8 derajat celcius, jadi harus ada penindakan jangan dibiarkan, kita tahu semua perawat ini harus kita lindungi dengan peralatan yang lengkap dan ini tugas pemerintah daerah, jadi mereka bekerjanya tidak ragu-ragu, tapi juga tenaga medisnya harus aktif bekerjasama dengan gugus tugas yang ada di desa,\” ungkapnya. (Soheh/len)

Berita Terkait

DPD NasDem Pesawaran Rayakan HUT ke-14 dengan Semangat Kebersamaan
Insentif RT di Pesawaran Pakai Dana Desa, AMP Angkat Bicara
Penyadap Karet PTPN Waylima Keluhkan Kerja Malam Tak Manusiawi
Polres Pesawaran Pastikan Dalami Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan
Ketua Golkar Pesawaran Fokus Besarkan Partai di Akhir Masa Jabatan
Warga Halangan Ratu Keluhkan Galian Tanah Dekat Permukiman
DPRD Pesawaran Setujui Ranperda Perubahan APBD 2025
Ribuan Peserta JKN-KIS Pesawaran Diputus, Pemkab Diminta Bertindak

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 02:05 WIB

Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Rabu, 3 Desember 2025 - 15:06 WIB

Mengapa Inflasi Lampung Terus Terjaga Rendah, Ini Rahasianya!

Rabu, 3 Desember 2025 - 14:18 WIB

Lampung Harus Melakukan Ini Agar Kenaikan NTP Bulanan Benar-Benar Bermakna

Jumat, 28 November 2025 - 16:40 WIB

Muswil PKB Lampung, Nunik Ajak Kader Terus Besarkan Partai

Kamis, 27 November 2025 - 18:16 WIB

Menag RI Dijadwalkan Hadiri Tabligh Akbar Ijtima Ulama di Lampung Selatan

Kamis, 27 November 2025 - 09:57 WIB

Kedua Kali, Raja Besi Tua Prapradilkan Kapolresta Kombes Alfred Jacob Tilukay

Rabu, 26 November 2025 - 19:06 WIB

Komisi II DPRD Lampung Dorong Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Rabu, 26 November 2025 - 17:07 WIB

Pabrik Tapioka Siap Ikuti Pergub Harga Singkong, DPRD Lampung Apresiasi

Berita Terbaru

Bandarlampung

Disdikbud Lampung Kembali Gelar UKG

Sabtu, 6 Des 2025 - 21:32 WIB

Lampung Selatan

PWI Lampung Selatan Bentuk Panitia Konferkab IX 2026

Sabtu, 6 Des 2025 - 14:29 WIB

Grand Mercure Lampung, hotel berbintang 5 tertinggi di Pulau Sumatra yang terletak di pusat Kota Bandar Lampung.

Ekonomi

Hotel Lampung Ramai Lagi, Tapi Tamu Cuma Singgah Sebentar

Sabtu, 6 Des 2025 - 02:05 WIB

Proses pengerjaan pelebaran jalan pada ruas Simpang PU Candra Mukti – Eks Pasar Tempel depan Samsat Tubaba (025) di Tiyuh Candra Mukti, Jumat (5/12/2025). Foto: Arie/NK.

Tulang Bawang Barat

Pemkab Tubaba Lebarkan Ruas Jalan Candra Mukti

Jumat, 5 Des 2025 - 19:39 WIB