Penerimaan Sistem Zonasi Calon Siswa SMAN 1 Metro Diduga Sarat Kejanggalan

Redaksi

Kamis, 18 Juni 2020 - 19:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Metro (Netizenku.com): Pendaftaran penerimaan calon siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Kota Metro tahun ajaran baru 2020-2021 dengan sistem zonasi banyak menuai kritik dan sarat kejanggalan.

Sistem yang mulai diterapkan sejak tahun ajaran 2018/2019 ini banyak menuai pro dan kontra, terutama terjadi di SMA Negeri 1 Metro, yang diduga menjalin kerjasama dengan pihak kelurahan terkait surat domisili di lingkungan Kelurahan Yosodadi, Kota Metro.

Dugaan ini diutarakan Saripudin (53) salah satu warga RT/009 RW/003 di Kelurahan Yosorejo yang anaknya gagal masuk di sekolah tersebut, sedangkan masuk dalam kategori zonasi dan prestasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Saya curiga SMA Negeri 1 Metro tidak fair dalam penerimaan calon siswa, pasalnya mayoritas calon siswa yang diterima rata-rata hanya di Kelurahan Yosodadi saja, sedangkan Kelurahan Yosorejo tidak masuk dalam zonasi sekolah tersebut,\” keluhnya.

Dirinya juga curiga ada praktik jual-beli surat domisili di Kelurahan Yosodadi.

\”Kalau ketentuan syarat zonasi, saya kira anak saya memenuhi syarat, jarak rumah hanya 500 meter dari SMA Negeri 1 Metro, riwayat pendidikan juga berasal dari Metro, SMPN 10 Metro dan selalu unggul dalam prestasi, sedangkan menurut yang saya tahu, banyak siswa yang diterima malah banyak dari sekolah asal luar Kota Metro, dan calon siswa banyak di luar zonasi,\” paparnya, Kamis (18/6).

Hal serupa juga terjadi pada Erland warga Yosorejo yang anaknya gagal masuk padahal mempunyai riwayat pendidikan prestasi di Metro.

\”Saya heran dengan SMA Negeri 1 Metro, katanya sistem zonasi, saya yang berjarak satu kilometer tidak masuk, padahal anak saya berprestasi, saya menduga ada yang janggal, karena teman anak saya yang tinggal di Tejosari masuk di situ dan datanya berubah jadi Yosodadi, saya curiga ada kerjasama sekolah dengan pihak Kelurahan Yosodadi seperti praktik jual-beli surat domisili,\” pungkasnya. (Rival/leni)

Berita Terkait

Wagub Jihan Dampingi Mendukbangga Pada Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025
Tondi Muamar Tegaskan Pancasila Jaga Pangaruh Hal Negatif
Bawaslu Lampung Tegaskan Pentingnynya Tertib Administrasi dan Akuraasi Pelaporan Divisi Hukum
Anggota Komisi IV DPR Irham Jafar dan I Ketut Suwendra Sidak ke Bulog Metro, Hasilnya?
Rahmat Mirzani Djausal Tinjau Pelaksanaan Program MBG di Metro
Bola Panas, KPU Metro Batalkan Pencalonan Wahdi-Qomaru
Qomaru Bersalah Langgar Pidana Pemilu Segini Besar Dendanya
PN Kota Metro Dijaga Ketat, Qomaru Zaman Datang Bawa Tim Sukses

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:49 WIB

HUT ke-62 Golkar, DPD Lampung Selatan Santuni 20 Anak Yatim-Piatu

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:06 WIB

PWI Lampung Selatan dan Grand Elty Krakatoa Jajaki Kerja Sama Promosi Wisata

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Pemkab Lampung Selatan Perkuat Pemantauan Harga Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pemkab Lampung Selatan Gandeng ITB, Empat Desa Pesisir Disiapkan Hadapi Tsunami

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45 WIB

PUPR Lampung Selatan Sertifikasi 100 Tenaga Kerja Konstruksi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Bukan karena Anggaran, Gaji PPPK Paruh Waktu Lamsel Tertunda Tunggu SK

Rabu, 30 September 2026 - 20:09 WIB

PWI Lampung Selatan Jalin Sinergi dengan Grand Elty Krakatoa untuk Promosi Wisata

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

Got Talent 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Lampung Selatan

Berita Terbaru

Tanggamus

RAPBD Tanggamus 2027, Belanja Daerah Diusulkan Rp1,64 Triliun

Selasa, 3 Nov 2026 - 16:59 WIB