Pesawaran Kesulitan Pasarkan Cabai Keriting

Redaksi

Selasa, 18 Februari 2020 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawaran (Netizenku.com): Bupati, Dendi Ramadhona mengakui meski Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu kabupaten di Lampung dengan produksi cabai merah kriting terbesar hingga 5420 ton per tahun. Namun, hingga saat ini masih kesulitan untuk memasarkannya hingga tembus masuk di wilayah Pulau Jawa.

\”Harga cabai di Jakarta sudah mencapai Rp90 ribu. Tapi barang kita belum bisa masuk ke sana, tidak tahu kenapa, tapi pak Gubernur sampaikan tadi sudah ada kerja sama melalui PD Pasar Jaya dan cabai kita mudah-mudahan bisa masuk diterima di Jakarta,\” ucap Dendi usai panen raya cabai, bersama Gubernur, Arinal Djunaidi di Desa Tri Mulyo Kecamatan Tegineneng, Selasa (18/2).

Baca Juga  Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I

Saat ini lanjut Dendi, cabai asal Pesawaran baru bisa terjual hanya sebatas wilayah Sumatera Barat, Bengkulu hingga Pekan Baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

\”Jika diasumsikan harga plat Rp50 ribu per kilo cabai asal Pesawaran bisa tembus menyupplay wilayah Jakarta, tentu para petani cabai di Pesawaran akan sejahtera,\” ungkapnya.

Baca Juga  Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program

Diutarakan Dendi untuk penghasil cabai tersebar di wilayan Pesawaran itu saat ini ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Tegineneng dan Way Ratai, mencapai 460 hektar untuk Tegineneng dan Kecamatan Way Ratai 206 hektar dengan produksi cabai untuk dua kecamatan tersebut  sebesar 5420 ton pertahun.

\”Kita kelebihan produksi, kendalanya mau kita lempar ke mana. Apalagi saat ini harga cabai di level petani berkisar Rp32 ribu perkilo. Sehingga para petani berharap adanya stabilitas harga jual,\” pungkasnya. (Soheh)

Baca Juga  Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung

Berita Terkait

Viral Pelanggaran Etik, NasDem Pesawaran Beri Kesempatan Terakhir untuk TM
Dua Siswa di Pesawaran Dihentikan MBG Usai Orang Tua Kritik Program
Konflik Agraria Way Lima Memanas, Masyarakat Adat Tantang PTPN I
Diduga Bermasalah, FOKAL Soroti Proyek Irigasi BBWS Mesuji Sekampung
PPL bersama Petani Desa Bernung Rayakan Swasembada Pangan
DPRD Pesawaran Pertanyakan Kejelasan Status KMP
DPRD Pesawaran Tolak Pemanfaatan Lahan Sekolah untuk Program KMP
DPD NasDem Pesawaran Rayakan HUT ke-14 dengan Semangat Kebersamaan

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:18 WIB

Jaksa Tuntut Dua Terdakwa Korupsi Kegiatan Bimtek Aparatur Desa Pringsewu

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:13 WIB

Safari Ramadhan Jadi Momentum Sinergi Pemprov dan Pringsewu

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:30 WIB

Pemkab Pringsewu Awali Safari Ramadan 2026 di Kecamatan Ambarawa

Senin, 23 Februari 2026 - 19:27 WIB

Polres Pringsewu Raih Penghargaan Perlindungan Anak

Sabtu, 21 Februari 2026 - 08:03 WIB

Bupati Pringsewu Paparkan Capaian Satu Tahun Kepemimpinan pada Buka Bersama Insan Pers

Jumat, 20 Februari 2026 - 06:46 WIB

Dikira Boneka, Jasad Remaja Ditemukan di Sungai Way Tebu

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:55 WIB

Berkas Lengkap, Tersangka Jambret Di pringsewu Dilimpahkan Polisi ke JPU

Selasa, 3 Februari 2026 - 19:54 WIB

Pemkab Pringsewu dan BAPANAS Gelar Rakor Satgas Saber Harga

Berita Terbaru

Tulang Bawang Barat

Wabup Tubaba Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Rabu, 25 Feb 2026 - 22:31 WIB