Pesawaran (Netizenku.com): Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pesawaran menyebut minimnya anggaran yang diterima semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat ditahun 2020 ini, salah satunya selain faktor keuangan negara yang masih lemah, juga lantaran ditahun ini akan menyelenggarakan Pilkada, yang tidak dipungkiri akan menyedot anggaran besar.
\”Kita tidak bisa pungkiri, kecilnya anggaran yang diterima OPD tahun ini. Dampak dari tidak meningkatnya bantuan DAU dan DAK dari pusat, yang masih sama dengan tahun sebelumnya sekitar Rp1 triliun. Sedang tahun ini kita masuk tahun politik, akan menyelenggarakan Pilkada. Dan sumber dananya pun masih minta bagi dari dana itu,\” ungkap Sekretaris BPKAD Pesawaran, Iswanto saat ditemui di kantornya.
Dijelaskan Iswanto, anggaran Kabupaten Pesawaran saat ini masih sangat tergantung dari bantuan pusat. Apa lagi saat ini memang negara lagi tidak sehat sedang devisit yang berdampak turunnya anggaran yang diterima.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
\”Jadi kalau pusatnya lagi devisit, ya imbasnya sudah pasti kita juga ikut kena merasakannya,\” ucapnya.
Belum lagi menurut Iswanto, Pesawaran ada peningkatan untuk jumlah CPNS baru ditambah tahun ini ada pembukaan penerimaan PNS.
\”Semua merupakan pengeluaran rutin, yang harus dibayar dari penerimaan DAU dan DAK pusat tadi. Jadi bagaimana, kalau dana OPD tidak dikurangi,\” cetusnya.
Lebih lanjut Iswanto, menjelaskan untuk anggaran Pilkada saja, KPU sudah menyedot dana dari pusat sebesar Rp28 miliar dan Bawaslunya sebesar Rp8 miliar.
\”Jadi bisa dibayangkan dari dua lembaga itu saja tahun ini, dana sudah kesedot sebesar itu, bagaimana tahun ini kita tidak ikut minim anggaran,\” bebernya.
Untuk tahun depan diharapkan Iswanto, pasca Pilkada semua akan kembali normal, sebab Pilkada anggarannya dibebankan kepada pemerintah daerah.
\”Kita berharap Pilkada nanti dapat berjalan kondusif. Juga Pemerintah Pusat tidak mengalami devisit. Kalau keduanya berjalan sesuai harapan. Kita pastikan anggaran yang kita dapat kembali normal,\” harapnya. (Soheh)








