Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya bertujuan memberikan bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM), tetapi juga memperkuat kapasitas keluarga agar mampu mandiri dan berdaya.
Lampung (Netizenku.com): Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) PKH di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza mendorong para KPM memanfaatkan berbagai program dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Selain menjalankan peran dalam rumah tangga, perempuan juga berperan dalam mendidik anak, menjaga keharmonisan keluarga, serta menanamkan nilai dan kasih sayang.
“Kalau ingin melihat masa depan satu kampung, lihat anak-anaknya. Kalau anak-anaknya baik, saleh, dan rajin, insyaallah kampung itu akan menjadi kampung yang baik ke depan,” kata Mirza.
Ia meminta para orang tua menjadikan pendidikan dan pembinaan anak sebagai prioritas. Anak-anak didorong untuk disiplin beribadah, mendapatkan pendidikan yang baik, serta memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Siapkan anak-anaknya dengan baik. Pertama, salat lima waktu tepat waktu. Yang kedua, mereka harus menjadi orang-orang yang pintar,” ujarnya.
Mirza juga mengingatkan pentingnya memastikan akses kesehatan bagi keluarga penerima manfaat. Pendamping PKH diminta membantu memastikan kepesertaan jaminan kesehatan KPM tetap aktif agar keluarga dapat memperoleh layanan kesehatan saat membutuhkan.
Selain itu, KPM didorong memanfaatkan berbagai program pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Bantuan sosial, kata dia, diharapkan tidak menjadi ketergantungan, melainkan menjadi jembatan menuju kemandirian.
Ia juga mendorong pendamping PKH mengarahkan KPM, termasuk ibu-ibu yang bekerja sebagai buruh tani, untuk memanfaatkan peluang ekonomi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Harapannya, semakin banyak KPM PKH di Lampung yang mampu mengikuti jejak keluarga penerima manfaat yang telah mandiri, sehingga bantuan sosial benar-benar menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih sejahtera,” katanya.
P2K2 merupakan proses pembelajaran terstruktur bagi KPM PKH untuk meningkatkan pengetahuan dan mendorong perubahan perilaku keluarga. Materinya mencakup pendidikan dan pengasuhan anak, kesehatan, pencegahan stunting, hingga pengelolaan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) PKH Provinsi Lampung 2 Slamet Ryadi mengatakan P2K2 dilaksanakan secara rutin setiap bulan sebagai bagian dari pendampingan terhadap KPM.
Ia menyebutkan, terdapat 351.017 KPM PKH yang tersebar di 15 kabupaten/kota dan 229 kecamatan di Provinsi Lampung. Khusus Kabupaten Lampung Timur, jumlah KPM PKH mencapai 49.406 keluarga.
Hingga Juli 2026, sebanyak 4.316 KPM di Lampung telah menjalani graduasi atau mengakhiri kepesertaan PKH setelah dinilai mampu meningkatkan kondisi sosial ekonominya.
“PKH ini tidak selamanya. Bantuan sementara, berdaya selamanya,” ujar Slamet.
Menurutnya, meningkatnya jumlah KPM yang menjalani graduasi menjadi salah satu indikator bahwa pendampingan PKH tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kemandirian keluarga. (*)








